Tahun Depan Seluruh Desa Kaltim Sudah Harus Terlistriki
📅 Selasa, 15 Sep 2026, 13:09 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
SAMARINDA – Target tahun depan, seluruh desa di Kaltim, harus sudah teraliri listrik. “Seluruh desa Kaltim 100 persen teraliri listrik PLN) akhir tahun depan. Ini dua tahun lebih cepat dari target nasional,” tutur Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud.
Rudy di Samarinda, Selasa, menjelaskan total wilayah di "Benua Etam" mencakup 1.038 desa. Dari jumlah tersebut, saat ini tersisa 72 desa yang belum tersambung aliran listrik PLN
Menurut dia, desa yang belum teraliri listrik PLN tersebar di Kabupaten Paser sebanyak empat desa, Kutai Barat 21 desa, Berau 21 desa, Mahakam Ulu 11 desa, Kutai Kartanegara delapan desa, dan Kutai Timur 13 desa.
"Kami harus memastikan semua rakyat Kaltim menikmati akses listrik PLN. Karena itu, mari kita kawal bersama agar pada 2027 seluruh desa di Kaltim sudah 100 persen berlistrik PLN," kata Rudy.usai mengikuti rapat koordinasi percepatan pembangunan jaringan listrik PLN bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Di hadapan Plt Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno, Rudy menyampaikan bahwa Kaltim merupakan salah satu daerah penghasil minyak, gas, dan batu bara terbesar di Indonesia. Namun, hingga kini masih terdapat desa yang belum menikmati aliran listrik dari PT PLN (Persero).
"Kaltim ini lumbungnya energi, Tapi belum semua masyarakat menikmati listrik. Bukan hanya teraliri, tapi juga harus andal. Tidak seperti hari ini, listrik gantian hidup, bukan gantian mati," kata Rudy.
Menurut dia, kondisi listrik yang tidak stabil tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap iklim investasi. Sebab, pelaksanaan proyek investasi akan sangat terganggu jika pasokan listrik tidak andal.
Lebih lanjut ia mengatakan listrik sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat dan mendorong gairah investasi. Terkait kondisi kelistrikan desa di Kaltim, Rudy menjelaskan bahwa pada akhir 2025 dari 1.038 desa/kelurahan, masih terdapat 109 desa yang belum teraliri listrik PLN.
Kebutuhan jaringan antar desa dan antar dusun yang belum teraliri listrik PLN mencapai sekitar 926,55 kilometer sirkuit (kms), dengan 58.725 kepala keluarga (KK) belum menikmati layanan listrik PLN.
Menyikapi kondisi tersebut, pada 2025 Pemprov Kaltim melakukan intervensi melalui Program Pra-PLN. Salah satunya dengan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Alat Penyalur Daya Listrik (Apdal) di 13 desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Tahun 2025 kita juga melakukan perluasan jaringan listrik antardusun di 16 desa untuk menerangi 1.600 rumah dan 1.803 kepala keluarga, dengan panjang SUTR 43.157 meter, SUTM 26.879 meter, serta 28 unit trafo," kata Rudy. Perjuangan tersebut belum selesai, ujar dia. Pada semester I 2026, Pemprov Kaltim meminta Dirjen Ketenagalistrikan menyambungkan listrik ke 37 desa non-PLN.
Dampaknya positif, pada semester I 2026 jumlah desa yang belum berlistrik di Kaltim berkurang menjadi 72 desa. "Tahun ini kita usulkan lagi penyelesaian untuk 36 desa non-PLN dan 2027 akan diselesaikan 36 desa lainnya," kata Rudy menegaskan.
Orang nomor satu di Kaltim itu optimistis daerah yang dipimpinnya mampu mencapai 100 persen desa teraliri listrik PLN pada akhir 2027. Target tersebut lebih cepat dibandingkan target nasional Presiden Prabowo Subianto, yakni seluruh desa di Indonesia teraliri listrik PLN pada 2029.
Plt Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno mengapresiasi dedikasi dan perjuangan yang ditunjukkan Gubernur Kaltim dalam upaya memenuhi kebutuhan listrik PLN bagi seluruh masyarakat setempat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!