Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Heboh Isu Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Dirut Agrinas: Saya Tidak Tahu

📅 Kamis, 23 Jul 2026, 17:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Heboh Isu Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Dirut Agrinas: Saya Tidak Tahu Doc: Antara
Ket. Direktur Utama PT Agrinas Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota memberikan keterangan pada media di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7).

Jakarta - Direktur Utama PT Agrinas Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengaku tidak merasa ada pembahasan pengadaan kipas angin Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) senilai 1,8 triliun rupaih yang sebelumnya ramai diperbincangkan dan bahkan disorot DPR.

"Saya enggak tahu. Saya enggak tahu dia ngomong di mana, saya juga baca berita, saya lihat ini, ya udah biarin aja orang enggak ada urusan sama saya ngapain saya urusin," kata Joao kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7).

Joao mengatakan dirinya tidak mengetahui pihak yang membahas pengadaan kipas angin tersebut dan memilih meminta wartawan menanyakan informasi itu kepada pihak yang pertama kali menyampaikannya. Agrinas adalah perusahaan yang bertanggungjawab untuk memasok dan mengadakan barang di seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Ia juga tidak menjawab secara langsung ketika ditanya apakah anggaran pengadaan kipas angin tersebut berada di Agrinas. Joao kembali meminta wartawan menanyakan hal tersebut kepada pihak yang menyampaikan informasi mengenai pengadaan itu.

"Kipas kan bukan saya ngomong. Tanya sama yang ngomong gitu," kata Joao.

Meskipun mendapat pertanyaan berkali-kali oleh wartawan, Joao bersikeras dengan jawaban yang serupa tersebut.

"Orang saya enggak diajak ngomong kok, saya enggak tahu, dia ngomong sendiri, tanya sama yang ngomong dong," kata dia.

Joao menyampaikan sikap tersebut saat ditanya mengenai polemik pengadaan 1,8 juta unit kipas angin yang disebut bernilai total 1,8 triliun rupiah untuk Kopdes Merah Putih.

Isu tersebut sebelumnya beredar luas di media sosial, dan turut disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam dalam rapat kerja bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono pada 15 Juli 2026.

Dalam rapat tersebut, Mufti mempertanyakan kabar pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai 1,8 triliun rupiah dan menyatakan pihaknya tidak menemukan informasi pemerintah mengenai pengadaan tersebut.

Ferry saat itu juga menyatakan pengadaan kipas angin tersebut bukan berada di bawah kewenangan Kementerian Koperasi.

Joao mengatakan Agrinas mendapat tugas untuk menangani pembangunan dan pengadaan dalam program Kopdes Merah Putih serta mengelolanya selama dua tahun.

"Kan kita kan ditugaskan untuk mengelola selama dua tahun. Kita ditugaskan dari pembangunan, pengadaan, dan menjalankannya selama dua tahun," ujar Joao.

Ia menegaskan bahwa program Kopdes Merah Putih merupakan program strategis nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Daerah
BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susu...
Nasional
DPR Dorong Pemerintah Buka ...
Megapolitan
Parkir Rp60.000 per Jam Bik...
Megapolitan
Nasib 193 Pedagang Ikan Kra...
Megapolitan
Pedagang Ikan Pasar Kramat ...
Daerah
Kabut asap batasi jarak pan...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.