Hampir 50 Tahun Menjelajah, Voyager 1 Segera Mencapai Jarak Satu Hari Cahaya dari Bumi
📅 Kamis, 23 Jul 2026, 07:22 WIB | Oleh: Haryo BronoSementara itu, Voyager 2 melanjutkan perjalanan ke Uranus dan Neptunus, menjadikannya satu-satunya wahana antariksa yang pernah melakukan penerbangan dekat terhadap kedua planet tersebut. Kombinasi data dari kedua wahana membuat misi Voyager menjadi salah satu program eksplorasi ruang angkasa paling produktif dalam sejarah.
Yang menarik, misi tersebut pada awalnya tidak dirancang untuk berlangsung selama hampir 50 tahun. Voyager justru menjadi contoh bagaimana sebuah misi ilmiah dapat berkembang jauh melampaui tujuan awalnya. Dari misi eksplorasi planet raksasa, Voyager berubah menjadi ekspedisi manusia menuju batas Tata Surya dan ruang antarbintang.
“Foto Keluarga” Tata Surya dari Jarak Jauh
Salah satu gambar paling ikonik yang dihasilkan Voyager 1 adalah “Pale Blue Dot”, foto Bumi yang diambil dari jarak sekitar 6 miliar kilometer pada 1990. Dalam foto tersebut, Bumi terlihat sebagai titik kecil yang nyaris tidak berarti di tengah luasnya ruang angkasa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gambar dari jarak jauh itu kemudian menjadi salah satu simbol paling kuat tentang posisi manusia di alam semesta. Dari perspektif Voyager, planet tempat seluruh sejarah manusia berlangsung tampak sangat kecil.
Foto tersebut juga menjadi pengingat bahwa eksplorasi ruang angkasa bukan hanya tentang menemukan planet baru atau mengumpulkan data ilmiah, tetapi juga tentang melihat kembali rumah manusia dari perspektif kosmik.
Pesan Manusia untuk Peradaban Lain
Sebaiknya Anda baca juga:
Voyager 1 dan Voyager 2 juga membawa benda yang mungkin akan bertahan jauh lebih lama daripada usia operasional kedua wahana tersebut. Keduanya membawa Golden Record, cakram berlapis emas yang dirancang sebagai pesan untuk siapa pun yang mungkin menemukan wahana tersebut di masa depan.
Cakram itu memuat berbagai suara, gambar, musik, dan salam dari Bumi. Terdapat salam dalam lebih dari 50 bahasa, rekaman suara alam seperti hujan dan ombak laut, serta berbagai karya musik yang dipilih untuk merepresentasikan kehidupan dan kebudayaan manusia.
Salah satu musik yang tercantum adalah bagian pertama dari Simfoni No. 5 karya Ludwig van Beethoven. Ada pula lagu “Johnny B. Goode” karya Chuck Berry. Selain itu, Golden Record memuat informasi ilmiah dan sebuah peta pulsar. Peta tersebut dirancang untuk membantu pihak yang menemukan cakram memahami lokasi asal wahana, yakni Bumi. Pesan yang dibawa Voyager juga mencerminkan optimisme manusia pada masa ketika wahana tersebut diluncurkan.
Presiden Amerika Serikat saat itu, Jimmy Carter, menyampaikan pesan yang pada intinya menggambarkan Golden Record sebagai representasi suara, ilmu pengetahuan, gambar, musik, pikiran, dan perasaan dari sebuah dunia kecil yang jauh. Pesan tersebut juga menyimpan harapan bahwa suatu hari manusia dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapinya dan bergabung dengan komunitas peradaban lain di alam semesta.
Ketika Voyager 1 akhirnya mencapai jarak satu hari cahaya dari Bumi, cahaya yang bergerak dari planet kita membutuhkan waktu satu hari penuh untuk menyusulnya. Bagi manusia, itu adalah jarak yang hampir tak terbayangkan. Wahana ini hanyalah satu lagi tonggak dalam perjalanan panjangnya menuju ruang antarbintang yang nyaris tak berujung. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!