Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

44 Hektare Sawah di Seram Bagian Barat Terapkan Teknologi Pertanian Modern PM-AAS.

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 11:54 WIB | Oleh:
44 Hektare Sawah di Seram Bagian Barat Terapkan Teknologi Pertanian Modern PM-AAS. Doc: Antara Foto
Ket. Pengawal penanaman padi PM-AAS oleh Kepala BBRMP Maluku di SBB.

Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku mengawal penerapan teknologi Pertanian Modern - "Advanced Agriculture System" (PM-AAS) pada budidaya padi seluas 44 hektare di Kabupaten Seram Bagian Barat guna memastikan teknologi tersebut diterapkan sesuai standar. 

"Kami ingin memastikan teknologi PM-AAS ini diterapkan dengan tepat sejak awal, mulai dari pengelolaan air hingga pemenuhan unsur hara tanaman. Pendampingan ini penting agar petani memperoleh hasil yang optimal," ujar Kepala BBRMP Maluku Gunawan di Ambon, Senin (10/8). 

Pengawalan dilakukan Gunawan bersama tim dengan meninjau lahan padi milik Sukirman di Desa Waimital, Kabupaten Seram Bagian Barat, untuk memastikan penerapan inovasi dan standar teknologi pertanian berjalan sesuai tahapan, khususnya pada fase awal penanaman dan pemeliharaan.

Menurut Gunawan, metode PM-AAS menjadi salah satu strategi adaptif dalam menghadapi tantangan perubahan kondisi iklim sekaligus mengoptimalkan potensi tanah di wilayah setempat.

Dalam penerapannya, petani didampingi menerapkan manajemen pengairan berselang ("intermittent") serta pemberian hara tanah secara presisi sejak fase awal pertumbuhan tanaman.

"Pengairan berselang dan pemberian hara yang tepat harus dilakukan sesuai kebutuhan tanaman. Dengan begitu, penggunaan sumber daya bisa lebih efisien dan pertumbuhan padi dapat berlangsung secara optimal," ujarnya.

Hasil pemantauan di lahan Sukirman menunjukkan tanaman padi berada dalam kondisi sehat dan memiliki ketahanan yang baik terhadap kondisi lingkungan. 

Tim juga tidak menemukan indikasi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) penting.

Gunawan mengatakan BBRMP Maluku akan melanjutkan pendampingan secara intensif hingga tanaman memasuki fase generatif dan masa panen. 

Ia menyebut total penanaman padi dengan metode PM-AAS yang sementara dikawal mencapai 44 hektare di Kabupaten Seram Bagian Barat.

"Kami akan terus kawal sampai panen. Harapannya, hasil penerapan teknologi ini nantinya bisa menjadi contoh dan direplikasi oleh kelompok tani lainnya, tidak hanya di Waimital tetapi juga di wilayah Seram Bagian Barat." 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
Megapolitan
Sejumlah Apotek di Bekasi K...
Luar Negeri
Kebakaran Hutan Tiada Henti...
Luar Negeri
Militer Yaman Putus Akses H...
Advertisement
Penutupan Soekarno-Hatta Diperpanjang hingga 23.59 WIB

Penutupan Soekarno-Hatta Diperpanjang hingga 23.59 WIB

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.