Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hampir 50 Tahun Menjelajah, Voyager 1 Segera Mencapai Jarak Satu Hari Cahaya dari Bumi

📅 Kamis, 23 Jul 2026, 07:22 WIB | Oleh:

Kondisi ini menjadi gambaran nyata betapa jauhnya Voyager 1 dari planet asalnya. Komunikasi tersebut juga tidak dilakukan melalui jaringan komunikasi biasa. NASA mengandalkan sistem antena radio berukuran besar dalam Deep Space Network (DSN) untuk berkomunikasi dengan wahana antariksa yang berada sangat jauh dari Bumi.

Semakin jauh Voyager 1 bergerak, semakin lemah pula sinyal yang diterima di Bumi. Karena itu, komunikasi dengan wahana ini membutuhkan sistem antena yang sangat sensitif dan pemrosesan sinyal yang canggih.

Terus Menjelajah

Salah satu aspek paling mengesankan dari Voyager 1 adalah usia operasionalnya. Ketika diluncurkan pada 1977, teknologi komputer dan sistem elektronik yang dibawanya tentu jauh berbeda dengan perangkat modern. Namun, wahana yang ukurannya kurang lebih sebesar mobil kecil itu mampu bertahan selama puluhan tahun di lingkungan ekstrem ruang angkasa.

Voyager 1 tidak menggunakan panel surya seperti banyak wahana antariksa modern. Energinya berasal dari radioisotope thermoelectric generator (RTG) yang memanfaatkan panas dari peluruhan radioaktif plutonium untuk menghasilkan listrik.

Namun, sumber energi ini terus mengalami penurunan daya seiring waktu. Setiap tahun, jumlah listrik yang tersedia semakin berkurang. NASA pun harus mengambil keputusan sulit untuk mematikan sejumlah sistem dan instrumen secara bertahap agar energi yang tersisa dapat digunakan untuk mempertahankan fungsi paling penting.

Strategi ini memungkinkan Voyager 1 terus berkomunikasi dengan Bumi selama mungkin. Sejumlah instrumen ilmiah telah dimatikan secara bertahap. Pada tahap akhir masa operasinya, hanya beberapa instrumen yang masih dipertahankan untuk mengumpulkan data mengenai lingkungan antarbintang.

Di antara instrumen yang masih digunakan adalah magnetometer, yang berfungsi mengukur medan magnet, serta plasma wave subsystem, yang mendeteksi gelombang plasma dan fenomena elektromagnetik di ruang antarbintang. Data dari instrumen tersebut memberikan kesempatan langka bagi para ilmuwan untuk mempelajari lingkungan di luar heliosfer secara ­langsung.

NASA memperkirakan Voyager 1 masih dapat berkomunikasi dengan Bumi hingga sekitar awal dekade 2030-an. Setelah itu, daya listrik yang dihasilkan RTG diperkirakan turun di bawah batas minimum yang diperlukan untuk mengoperasikan sistem wahana.

Namun, berakhirnya komunikasi bukan berarti perjalanan Voyager 1 selesai. Wahana tersebut akan tetap melaju dalam ruang antarbintang, membawa jejak peradaban manusia menuju masa depan yang sangat jauh.

Voyager Buka Jendela Baru

Selama perjalanan panjangnya, Voyager 1 dan Voyager 2 telah menghasilkan sejumlah penemuan penting dalam ilmu keplanetan. Keduanya memberikan gambaran detail tentang Yupiter dan Saturnus, termasuk atmosfer, badai, medan magnet, cincin planet, serta berbagai satelit alami.

Voyager 1 juga membantu memperluas pemahaman manusia tentang Titan, satelit terbesar Saturnus yang memiliki atmosfer tebal dan kemudian diketahui memiliki lingkungan yang sangat menarik bagi penelitian planetologi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Daerah
Salahgunakan QR Warga, Pert...
Advertisement
Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.