Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Bandung Gencarkan Patroli untuk Ciptakan Rasa Aman Warga

📅 Selasa, 21 Jul 2026, 14:18 WIB | Oleh:
Pemkot Bandung Gencarkan Patroli untuk Ciptakan Rasa Aman Warga  Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan memperkuat langkah penanganan maraknya aksi begal yang kembali menjadi keprihatinan masyarakat. Menurut dia, persoalan keamanan tidak hanya diukur dari menurunnya angka kriminalitas, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasa aman saat beraktivitas.

Wali Kota Farhan mengatakan bahwa isu begal kembali mencuat pada akhir pekan. Meski berdasarkan paparan Kapolrestabes Bandung tingkat kriminalitas secara statistik mengalami penurunan, ia menilai pemerintah tidak boleh hanya berpatokan pada angka.

"Kalau dari paparan Pak Kapolres, tingkat kriminalitas di Kota Bandung memang sudah jauh menurun. Tapi sekarang persoalannya bukan lagi soal statistik. Yang paling penting adalah rasa aman masyarakat," ujar Wali Kota Farhan usai memimpin Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (20/7).

Karena itu, ia mengaku segera menggelar rapat khusus bersama Kapolrestabes Bandung untuk membahas langkah-langkah konkret dalam meningkatkan keamanan di Kota Bandung. Menurut Wali Kota Farhan, aparat kepolisian saat ini bekerja keras menjaga keamanan melalui patroli, namun masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.

"Nanti saya akan rapat khusus dengan Pak Kapolres. Saya ingin mengetahui apa saja yang bisa didukung secara operasional oleh Pemkot supaya kepolisian bisa menjalankan tugasnya dengan lebih optimal," kata dia.

Selain penguatan dukungan kepada aparat keamanan, Wali Kota Farhan juga menyoroti pentingnya membangun partisipasi masyarakat melalui semangat Warga Jaga Warga. Belakangan, menurut dia, muncul anggapan bahwa menjaga keamanan sepenuhnya merupakan tugas aparat. Ia mengingatkan pandangan tersebut dapat melemahkan solidaritas sosial yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat.

"Prinsip Warga Jaga Warga bukan berarti masyarakat menggantikan tugas negara. Aparat pemerintah dan kepolisian tetap bertanggung jawab menjalankan tugasnya. Tapi semangatnya adalah solidaritas dan gotong royong antarwarga," ujar dia.

Wali Kota Farhan menilai semangat gotong royong merupakan nilai dasar bangsa yang harus terus dipertahankan di tengah meningkatnya tantangan keamanan perkotaan. "Antitesis dari Warga Jaga Warga adalah individualisme. Padahal gotong royong merupakan nilai yang sangat mendasar dalam kehidupan berbangsa. Kita ingin mewujudkan Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota, karena pada akhirnya polisi, wali kota, dan masyarakat sama-sama warga Kota Bandung," kata dia.

Selain patroli keamanan, Wali Kota Farhan mengakui masih banyak titik jalan yang gelap dan berpotensi menimbulkan rasa tidak aman bagi masyarakat. Ia mengatakan, Pemkot Bandung saat ini tengah menyusun ulang anggaran agar program pengadaan dan perbaikan lampu penerangan jalan dapat berjalan lebih efektif.

"Saya akui masih ada jalan yang gelap. Karena itu kami sedang mengolah anggaran agar Kota Bandung bisa kembali terang. Memang prosesnya agak lama karena kami menyusun ulang perencanaannya," ujar dia.

Menurut Wali Kota Farhan, pelaksanaan program penerangan jalan akan mulai berjalan pada triwulan ketiga hingga triwulan keempat tahun 2026. Ia memastikan proyek tersebut tetap menjadi prioritas dan akan dikerjakan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan pemerintah pusat.

"Tahun ini harus mulai berjalan. Sebagian kami kolaborasikan dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi agar pelaksanaannya lebih optimal," kata dia.

Dalam apel tersebut, Wali Kota Farhan juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandung agar tetap menjaga semangat pelayanan kepada masyarakat. Ia menilai tantangan yang dihadapi pemerintah kota tidak pernah berhenti, mulai dari penanganan keamanan, pohon tumbang, hingga berbagai kejadian darurat yang kerap terjadi di luar jam kerja. Karena itu, ia meminta ASN tidak menjadikan beban kerja sebagai alasan untuk mengeluh, melainkan tetap menunjukkan profesionalisme sebagai pelayan masyarakat.

"Saya sampaikan kepada teman-teman ASN, jangan mengeluh. Kota Bandung ini tidak pernah bisa santai. Banyak persoalan yang muncul justru di luar jam kerja. Itulah konsekuensi sebagai pelayan masyarakat," tegas Wali Kota Farhan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Inggris Luncurkan Storm Fig...
Daerah
Menekan Kasus HIV/AIDS deng...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.