Jaga Ekspor Rp21,5 Triliun, KKP & Otoritas Tiongkok Inspeksi 3 Pabrik Ikan RI
📅 Senin, 20 Jul 2026, 16:14 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali bergerak cepat. Senin (20/7), KKP bersama otoritas kompeten Tiongkok, General Administration Customs of the People's Republic of China atau GACC, melakukan inspeksi bersama ke 3 Unit Pengolahan Ikan (UPI) di Indonesia.
Langkah ini jadi kunci agar ikan-ikan Indonesia tetap bisa lancar masuk ke pasar Tiongkok yang nilainya tembus Rp21,5 triliun.
"Ini merupakan kegiatan reguler sebagai salah satu prasyarat untuk menjaga, bahkan meningkatkan akses pasar serta keberterimaan produk kita di Tiongkok," ujar Ishartini, Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP di sela opening meeting di Jakarta.
Inspeksi bersama ini dilakukan karena RI dan Tiongkok punya perjanjian bilateral Mutual Recognition Arrangement (MRA).
Lewat MRA, hanya perusahaan perikanan yang terdaftar di KKP dan GACC yang boleh ekspor-impor ikan. Salah satu kesepakatannya: kedua negara saling inspeksi untuk memastikan mutu dan keamanan pangan sesuai standar global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kali ini giliran 3 UPI yang diperiksa dari total 648 UPI RI yang terdaftar di GACC. Padahal ketiganya saja sudah ekspor lebih dari 5 ribu ton produk perikanan ke Tiongkok dengan nilai USD 18 juta atau sekitar Rp322 miliar pada 2025.
Selama inspeksi, tim dari KKP dan GACC akan mengaudit habis-habisan. Mulai dari penerapan sanitasi, higiene, standar keamanan pangan global, hingga traceability atau ketertelusuran rantai produksi.
Komoditas yang jadi sorotan antara lain produk beku ribbon fish, leather jacket fish, cumi-cumi, rajungan, tenggiri, belut laut, hingga siput laut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"KKP juga rutin melakukan monitoring dan surveilan berkala, serta pengambilan sampel uji lab untuk tes mikrobiologi, residu, dan kandungan kimia," jelas Ishartini.
Untuk pasar domestik, pengawasan dilakukan bersama BPOM.
Nilai Ekspor
Data KKP mencatat, sepanjang tahun lalu ekspor hasil perikanan ke Tiongkok mencapai 479 ribu ton dengan nilai USD 1,2 Miliar atau Rp21,5 triliun.
Komoditas andalannya banyak: mulai dari cumi-cumi, rumput laut, ikan layur, udang vaname, telur ikan, sotong, cakalang, tenggiri, kakap, gurita, teripang, kerapu, hingga ikan gulamah.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menegaskan, KKP sebagai otoritas kompeten sudah menerapkan quality assurance dari hulu ke hilir. Tujuannya satu: memastikan produk ikan Indonesia jadi "champion" di pasar global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!