Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Proyek Strategis Nasional Jalan! Blok Masela Buka Ribuan Lapangan Kerja Buat Warga Lokal

📅 Minggu, 19 Jul 2026, 11:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Proyek Strategis Nasional Jalan! Blok Masela Buka Ribuan Lapangan Kerja Buat Warga Lokal Doc: Antara
Ket. Pemerintah menegaskan pembangunan proyek gas Blok Masela senilai USD 20,9 miliar harus berjalan dengan tetap melindungi hak masyarakat setempat, serta menyerap banyak pekerja lokal

 JAKARTA- Di tengah dimulainya pembangunan Proyek Strategis Nasional Lapangan Gas Abadi Blok Masela, masyarakat Kepulauan Tanimbar menaruh harapan agar investasi besar tersebut membawa manfaat nyata bagi daerah. Pemerintah pun menegaskan pembangunan proyek gas senilai USD 20,9 miliar itu harus berjalan dengan tetap melindungi hak masyarakat setempat.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dalam acara peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan fisik Proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela, Kamis (16/7).

Pengembangan Blok Masela tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Pemerintah juga menempatkan masyarakat di sekitar wilayah operasi sebagai bagian penting dalam pelaksanaan proyek.

"Kita sudah bicara kepada Pemerintah Daerah Kabupaten, Provinsi, Inpex, dan SKK Migas. Kami ingin proyek yang begini besar dilakukan tanpa kita melupakan hak-hak keseluruhan masyarakat yang ada di Kepulauan Tanimbar," ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, pembangunan Lapangan Gas Abadi Blok Masela harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak merugikan warga yang telah mengelola lahan di sekitar lokasi proyek. Pemerintah, kata dia, akan menyiapkan kebijakan kompensasi bagi masyarakat yang telah memanfaatkan lahan secara turun-temurun, termasuk yang berada di kawasan hutan.

"Sekalipun tanah yang dipakai adalah tanah kawasan hutan, namun mereka sudah berkebun secara turun-temurun. Karena itu izinkan tadi saya membuat kebijakan, sudah berang tentu nanti kami akan laporkan dan minta arahan (Presiden) agar mereka diberikan ganti rugi, bukan ganti rugi tapi ganti untung untuk dipergunakan sebaik-baiknya," lanjut Bahlil.

Dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja, Bahlil meminta operator Blok Masela, Inpex Masela Ltd., bersama pemerintah daerah memperkuat program pelatihan vokasi bagi masyarakat setempat. Langkah ini dinilai penting agar pemuda asal Kepulauan Tanimbar dan wilayah sekitarnya memiliki keterampilan yang sesuai untuk mengisi berbagai posisi, baik teknis maupun strategis, sejak tahap konstruksi hingga operasional proyek.

Komitmen terhadap keterlibatan tenaga kerja lokal juga menjadi bagian dari kesepakatan pemerintah dengan President & CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda. Bahlil menyebut, masyarakat yang berada di wilayah terdekat dengan proyek akan menjadi prioritas utama dalam penyerapan tenaga kerja.

"Kami telah bersepakat dengan President & CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda bahwa kita akan memprioritaskan masyarakat yang ada di wilayah tier satu dan dua dulu, kalau sudah habis kita ambil dari saudara-saudara kita di Jawa atau di luar negeri. Tapi selama ada di sini, pakai dulu di sini. Jangan sampai anak-anak daerah di sini menganggap investasi masuk, tidak kita memprioritaskan mereka," ujarnya.

Komitmen tersebut mendapat tanggapan dari Gerson, warga Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Pria berusia 74 tahun yang memiliki empat anak dan dua cucu itu berharap pembangunan proyek dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi warga sekitar.

"Terima kasih kepada bapak-bapak yang sudah mulai Proyek Masela ini. Saya paling sangat dan paling bangga karena Proyek Strategis Nasional ini dimulai untuk menunjang masyarakat Lematang kedepan untuk kepentingan dari anak sampai cucu kita lebih lebih maju," kata Gerson.

Ia juga berharap masyarakat lokal memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung ketika proyek mulai berjalan.

"Kalau proyek ini sudah jalan (semoga) dapat memberi peluang kita masyarakat mendapat pekerjaan bagus dan baik," harapnya.

Proyek LNG Abadi Masela memiliki nilai investasi sebesar USD 20,9 miliar dan menjadi salah satu pengembangan lapangan gas terbesar di Indonesia. Dimulainya pembangunan fisik proyek ini menandai masuknya proyek ke tahap pelaksanaan sekaligus membuka peluang keterlibatan masyarakat lokal dalam berbagai kegiatan pendukung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
PT KAI Layani 7,57 Juta Pel...

Tiffany Young Rilis Album Solo Debut

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Tiffany Young Rilis Album S...
Shin Tae-yong bawa Persija TC di Tailan, Asah Kekuatan Songsong Musim Baru

Shin Tae-yong bawa Persija TC di Tailan, Asah Kekuatan Songsong Musim Baru

19 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.