Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendagri Minta Lulusan Vokasi Politeknik Ben Mboi Unhan NTT Lirik Dunia Wirausaha

📅 Minggu, 28 Jun 2026, 10:35 WIB | Oleh:
Mendagri Minta Lulusan Vokasi Politeknik Ben Mboi Unhan NTT Lirik Dunia Wirausaha Doc: Kemendagri
Ket. Menteri Dalam Negeri mendorong mahasiswa Politeknik "Ben Mboi" Universitas Pertahanan (Unhan) Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memiliki pandangan yang lebih luas dalam menentukan masa depan karier.

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri mendorong mahasiswa Politeknik "Ben Mboi" Universitas Pertahanan (Unhan) Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memiliki pandangan yang lebih luas dalam menentukan masa depan karier. Lulusan pendidikan vokasi dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang melalui dunia usaha sehingga tidak hanya bergantung pada profesi sebagai aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI, maupun Polri.

Menurut Menteri Dalam Negeri, pendidikan vokasi yang diterapkan di Politeknik "Ben Mboi" Unhan telah membekali mahasiswa dengan keterampilan khusus yang sangat dibutuhkan dunia kerja. Karena itu, para mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan kompetensi tersebut untuk menciptakan peluang usaha secara mandiri.

"Saya ingin membuka pemikiran adik-adik ya. Vokasi ini penting, pendidikan keahlian khusus yang dilatihkan di sini. Tapi jangan hanya berpikir satu pilihan saja, ingin menjadi TNI, polisi, ASN," ujarnya saat mengunjungi Politeknik "Ben Mboi" Unhan di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, NTT, Sabtu (27/6/2026).

Ia menjelaskan, kampus tersebut menjadi salah satu contoh pendidikan vokasi yang fokus mencetak lulusan dengan kemampuan praktis di berbagai sektor strategis. Bidang pertanian, perkebunan, perikanan tangkap, budidaya laut, hingga sektor lainnya dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak pelaku usaha yang mampu mengolah kekayaan sumber daya alam menjadi produk bernilai tambah. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat daya saing nasional sekaligus menopang posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

"Negara kita lebih banyak membutuhkan wiraswasta. Negara kita bisa menjadi negara G20. Artinya negara G20, grup 20 negara dengan pendapatan domestik brutonya itu terbesar di dunia," katanya.

Lebih lanjut, Menteri Dalam Negeri mengatakan Indonesia memiliki berbagai keunggulan alam yang tidak dimiliki banyak negara lain. Sebagai negara tropis dengan lebih dari 100 gunung berapi, Indonesia memiliki tanah yang subur sehingga mendukung aktivitas pertanian dan perkebunan sepanjang tahun.

Selain itu, Indonesia juga memiliki sekitar 50 ribu ruas sungai beserta cabang-cabangnya, ribuan danau alami maupun buatan, serta sumber daya air yang melimpah. Potensi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan.

"Kita 50 ribu batang ruas sungai, artinya sungai dengan cabang-cabangnya. Kita memiliki danau, baik danau asli maupun danau buatan. Jumlahnya juga ribuan, artinya sumber air kita cukup, tapi belum maksimal digunakan. Cukup bagus untuk pertanian, perkebunan," ucapnya.

Ia juga mencontohkan keberhasilan Selandia Baru dalam membangun kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang yang sama bahkan lebih besar karena didukung kondisi geografis dan iklim yang memungkinkan aktivitas produksi berlangsung sepanjang tahun.

"Jadi sebetulnya potensi untuk berusaha di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan itu sangat terbuka dan bisa menghasilkan kalau di sini uang bahasanya osan, osannya lebih banyak daripada jadi anggota TNI, Polri, ASN," tandasnya.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Belu Willybrodus Lay, jajaran civitas academica, serta para kadet Politeknik "Ben Mboi" Universitas Pertahanan NTT.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Nasional
BMKG Peringatkan Potensi Ge...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.