Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Melestarikan Kebaya Sebagai Identitas Budaya Bangsa

📅 Minggu, 19 Jul 2026, 23:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Melestarikan Kebaya Sebagai Identitas Budaya Bangsa Doc: Antara
Ket. Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Nannie Hadi Tjahjanto (kelima kanan) saat Parade Perempuan Kebaya Kain Songket dalam rangka Hari Kebaya Nasional ke-3 tahun 2026 di kawasan Car Free Day (CFD) Palembang, Minggu (19/7/2026).

Jakarta - Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Nannie Hadi Tjahjanto mengajak perempuan Indonesia terus melestarikan kebaya sebagai identitas budaya bangsa sekaligus simbol persatuan, perjuangan, dan jati diri perempuan Indonesia.

"Atas nama Kongres Wanita Indonesia, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, pimpinan organisasi, dan seluruh perempuan Indonesia yang terus menjaga kebersamaan, memperkuat persatuan, melestarikan budaya bangsa, serta berkontribusi mewujudkan perempuan Indonesia yang maju, mandiri, berdaya, berintegritas, dan berkarakter," kata dia dalam keterangan diterima di Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan hal itu saat Parade Perempuan Kebaya Kain Songket dalam rangka Hari Kebaya Nasional ke-3 tahun 2026 di kawasan Car Free Day (CFD) Palembang.

Kegiatan yang diinisiasi oleh DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Sumatera Selatan itu berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) untuk kategori Parade Perempuan Kebaya Kain Songket Terbanyak.

Pada kesempatan tersebut, ia memberikan penghargaan kepada Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM) Lana T Koentjoro beserta Tim Nasional Kebaya Indonesia dan seluruh pegiat kebaya karena telah memperjuangkan Hari Kebaya Nasional.

"Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Lana T Koentjoro yang telah memperjuangkan Hari Kebaya Nasional. Perjuangan itu membuktikan bahwa ketika perempuan Indonesia bersatu, memiliki visi yang sama, dan bergerak secara konsisten, sebuah gagasan mampu menjadi gerakan nasional yang diakui negara," kata dia.

Menurut dia, Hari Kebaya Nasional bukan sekadar perayaan seremonial ataupun peragaan busana, melainkan kesempatan untuk memperkuat identitas nasional.

"Kebaya adalah simbol jati diri, kesantunan, keanggunan, martabat, serta semangat perjuangan perempuan Indonesia," katanya.

Ia menambahkan gerakan mengenakan kebaya juga memiliki dampak ekonomi yang besar karena melibatkan penenun songket, perajin, penjahit, desainer, hingga pelaku UMKM di berbagai daerah.

Masyarakat diajak untuk tidak hanya melestarikan kebaya, tetapi juga kain tradisional Nusantara, khususnya songket, sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif.

Nannie menjelaskan bahwa kebaya memiliki hubungan erat dengan sejarah gerakan perempuan Indonesia, salah satunya pada Kongres Wanita Indonesia (Kowani) ke-10 tahun 1964, ketika ribuan perempuan dari seluruh Indonesia mengenakan kebaya sebagai simbol persatuan dan perjuangan.

Menurutnya, penetapan 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023 merupakan bentuk pengakuan negara terhadap kebaya sebagai identitas nasional.

Pengakuan tersebut semakin diperkuat dengan ditetapkannya kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada tahun 2024 melalui nominasi multinasional bersama sejumlah negara Asia Tenggara.

"Kebaya bukan benda budaya yang hanya disimpan untuk dikenang, tetapi warisan budaya hidup yang harus terus dikenakan, dikenalkan, dikembangkan, dilindungi, dan diwariskan kepada generasi mendatang," kata Nannie Hadi Tjahjanto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
Daerah
Alarm Karhutla Berbunyi! BP...
Nasional
Narkoba Makin Mengancam, BN...

Tangerang Dukung Alih Status Guru

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Tangerang Dukung Alih Statu...

Tiga Cakupan 'Smart City' Jakarta

2 jam lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Tiga Cakupan 'Smart City' J...
Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.