Menebar 20 Ribu Benih Ikan Nila di Titik Nol Sungai Cibanten
📅 Sabtu, 18 Jul 2026, 23:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Serang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten bersama warga Kecamatan Ciomas menebar 20.000 benih ikan nila di Titik Nol Sungai Cibanten sebagai langkah pelestarian lingkungan dalam rangka mengawali rangkaian Festival Ciomas Ngabring 2026.
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas di Serang, Sabtu, menyatakan aksi ini langkah konkret menjaga keberlangsungan ekosistem perairan.
Selain aspek lingkungan, kegiatan ini juga menjadi wujud dukungan pemerintah daerah terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Hari ini menjadi pembuka season pertama rangkaian acara Ciomas Ngabring. Penebaran 20 ribu bibit ikan nila ini merupakan simbol bahwa kita harus bersama-sama menjaga ekosistem air. Lebih dari itu, ini juga bentuk kontribusi daerah dalam menyukseskan program ketahanan pangan sesuai arahan Bapak Presiden," ujarnya.
Ia memberikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, kepala desa, hingga pelaku ekonomi kreatif di Kecamatan Ciomas yang terlibat dalam menyukseskan acara tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyoroti kemandirian warga yang tercermin dari atribut kaos yang digunakan seluruh peserta, yang merupakan produk lokal hasil karya masyarakat Ciomas.
"Ini contoh terbaik. Mudah-mudahan kecamatan lain dapat mengadopsi langkah serupa dengan membuat event yang menonjolkan potensi lokal nya. Insyaallah, sesuai harapan Pak Camat, festival ini akan menjadi agenda rutin tahunan," katanya.
Camat Ciomas Ugun Gumelar menjelaskan Festival Ciomas Ngabring 2026 untuk merajut silaturahim antarwarga dari 11 desa di wilayah setempat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, festival ini ajang menyatukan identitas masyarakat.
"Di Kecamatan Ciomas terdapat 11 desa, dan kita satukan dalam festival ini. Kita samaratakan bahwa kita semua adalah satu masyarakat Ciomas," katanya.
Rangkaian Festival Ciomas Ngabring 2026 berlangsung selama satu bulan. Setelah pembukaan yang fokus pada pelestarian alam hari ini, kemeriahan akan berlanjut dengan atraksi budaya kolosal, di antaranya penampilan tari silat yang melibatkan ribuan warga, pelepasan 150 balon udara, serta penerbangan 6.000 lampion dan acara makan karedok bersama pada Minggu (19/7).
Pihak panitia menargetkan partisipasi lebih dari 5.000 warga dalam puncak rangkaian acara tersebut, merujuk pada antusiasme masyarakat selama masa sosialisasi gerebek kampung yang telah berjalan dalam dua bulan terakhir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!