Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Festival Internasional di Subang, Samantha Dewi: Jangan Anggap Seni Tradisional Kuno

📅 Minggu, 19 Jul 2026, 00:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Festival Internasional di Subang, Samantha Dewi: Jangan Anggap Seni Tradisional Kuno Doc: Antara
Ket. Para peserta dalam 1st West Java International Fun Folk Festival 2026 yang juga dihadiri 75 delegasi dari empat negara di Tugu Benteng, Kabupaten Subang, Sabtu (18/7).

Bandung - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Samantha Dewi Erwan Setiawan meminta generasi muda menghentikan stigma kuno terhadap seni tradisional, karena budaya lokal merupakan identitas terkuat Indonesia disegani di kancah dunia.

Pernyataan tegas tersebut digaungkan saat Subang sukses mencuri perhatian global melalui kemeriahan pembukaan 1st West Java International Fun Folk Festival 2026 di Tugu Benteng, Kabupaten Subang yang dihadiri 75 delegasi dari empat negara, Sabtu (18/7).

"Jangan pernah merasa budaya kita adalah sesuatu yang kuno. Justru budaya adalah identitas yang membuat kita dikenal dan dihargai dunia," ujar Samantha Dewi Erwan Setiawan yang juga menjabat Penasehat PPLIPI Jawa Barat, dalam keterangan di Bandung, Sabtu.

Samantha menegaskan mencintai seni lokal bukan sekadar romantisme masa lalu, melainkan instrumen diplomatik taktis untuk menjaga jati diri bangsa sekaligus membuka ruang dialog yang bermartabat dengan peradaban luar di tingkat internasional.

Melalui festival bertaraf internasional ini, keragaman ekspresi seni dari mancanegara dirajut menjadi bahasa universal tanpa sekat bahasa untuk mempererat tali persaudaraan global secara konkret.

"Lewat sebuah tarian kita bisa menyampaikan rasa hormat, melalui sebuah lagu kita bisa berbagi kebahagiaan, dan lewat sebuah pertunjukan seni kita bisa membangun persahabatan tanpa harus banyak kata," tutur Samantha yang menjelaskan kehebatan seni sebagai media komunikasi.

Ia mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Barat untuk memelopori ruang temu budaya makro ini. Samantha berharap seluruh perwakilan negara sahabat dapat pulang membawa impresi mendalam terkait kehangatan kultur parahyangan.

"Semoga setiap tamu yang datang tidak hanya menikmati pertunjukan ini, tetapi juga pulang membawa pesan keramahan masyarakat Jawa Barat, kekayaan budayanya, dan semangat kebersamaan yang menjadi identitas kita," ucapnya.

Samantha memberikan apresiasi tinggi kepada penyelenggara Colour of Indonesia dan seluruh elemen pendukung, serta berharap agenda bertajuk West Java International Fun Folk Festival ini dapat rutin digelar untuk memperluas jembatan persahabatan antara Jawa Barat dengan dunia.

"Ketika kita mencintai budaya, kita sedang menjaga jati diri bangsa, sekaligus membuka ruang dialog dengan budaya-budaya lain yang bermartabat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Ford Dekat dengan Tiongkok,...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.