Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Disdikpora Bali Masih Menyalurkan Siswa yang Tercecer Meski MPLS Selesai

📅 Sabtu, 18 Jul 2026, 23:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Disdikpora Bali Masih Menyalurkan Siswa yang Tercecer Meski MPLS Selesai Doc: Antara
Ket. Suasana MPLS siswa SMAN 4 Denpasar setelah lolos SPMB 2026 di Denpasar, Bali.

Denpasar - Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bali masih berupaya menyalurkan siswa yang tercecer belum mendapat SMA/SMK negeri meskipun Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sudah selesai.

“Masih ada (siswa tercecer), baru tersalurkan untuk SMA tahap pertama 731 (siswa) dan SMK tahap pertama 356 (siswa),” kata Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Disdikpora Bali I Komang Agus Kariasadi Denpasar, Sabtu.

Ia mengatakan penyaluran ini didorong untuk memastikan peserta didik memperoleh sekolah sehingga hak atas pendidikan tetap terpenuhi meskipun tahapan utama SPMB dan MPLS telah berakhir.

Selain itu, hal ini dilakukan karena sejumlah SMA/SMK negeri juga masih memiliki kuota, di mana berdasarkan data hasil SPMB 2026 Tahap I dan Tahap II, tingkat keterisian SMA negeri di Bali mencapai rata-rata 70,87 persen.

Dari total daya tampung 30.314 kursi, 21.483 siswa dinyatakan sudah lolos seleksi sebelum MPLS.

Kota Denpasar menjadi daerah dengan tingkat keterisian SMA tertinggi, yakni 87,03 persen, disusul Kabupaten Jembrana 81,73 persen dan Karangasem 80,70 persen.

Sebaliknya, Kabupaten Tabanan mencatat tingkat keterisian terendah, 49,72 persen.

Pada jenjang SMK, tingkat keterisian secara rata-rata di SPMB 2026 lebih tinggi, yakni 77,62 persen.

Dari total daya tampung 24.844 kursi, 19.283 siswa diterima.

Komang Agus menyebut Kota Denpasar kembali mencatat tingkat keterisian tertinggi 91,45 persen, diikuti Karangasem 85,18 persen, Buleleng 84,04 persen, dan Badung 83,85 persen, sementara tingkat keterisian terendah Kabupaten Bangli 60,62 persen.

Hingga saat ini Disdikpora Bali terus melakukan pemetaan terhadap sekolah yang masih memiliki kuota, sehingga peserta didik yang masih berharap pada sekolah negeri namun belum tertampung dapat segera memperoleh akses pendidikan.

“Penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan sisa daya tampung di masing-masing sekolah serta domisili calon peserta didik,” ucap Komang Agus.

Dalam SPMB 2026 jenjang SMA/SMK secara total terdapat 2.567 peserta yang tidak lolos seleksi pada segala tahapan.

Jika Disdikpora Bali hari ini berhasil menyalurkan 731 siswa ke SMA negeri dan356 siswa ke SMK, maka total siswa yang telah tertampung mencapai 1.087 orang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.