Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Teknologi Autothermix Melalui Skema LSDP untuk Menangani Timbunan Sampah

📅 Sabtu, 18 Jul 2026, 23:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Teknologi Autothermix Melalui Skema LSDP untuk Menangani Timbunan Sampah Doc: Antara
Ket. Pelaksana Harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Jawa Timur Gamaliel Raymon Hatigorang.

Malang - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur mengusulkan penggunaan teknologi autothermix atau bersistem termal melalui skema Local Service Delivery Project (LSDP) ke pemerintah pusat untuk menangani persoalan timbunan sampah.

"Kami coba mengusulkan perihal pengolahan sampah dari LSDP untuk menggunakan autothermix ke pusat," kata Pelaksana Harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigorang di Kota Malang, Sabtu.

Dia menyampaikan alat pemusnah sampah itu tergolong inovasi baru dalam mendukung pengolahan sampah dalam skala besar, sebab lewat LSDP pemerintah daerah setempat mengusulkan kapasitas pengolahan mencapai 100 ton sampai 150 ton sampah per hari.

Jumlah kapasitas pengolahan yang diajukan juga untuk mengurangi beban daya tampung sampah di TPA Supit Urang sebesar 500 ton per hari dari keseluruhan volume sampah 860 ton.

Jika tak ditanggulangi, dikhawatirkan usia operasional TPA Supit Urang hanya sanggup bertahan hingga 2,5-3 tahun ke depan.

Ia menjelaskan sistem pengolahan sampah lewat teknologi yang diusulkan lewat LSDP berbeda dengan alat insinerator.

Ia menjelaskan autothermix bekerja melalui sistem uap panas yang bahan operasional berasal dari arang sehingga tidak dengan proses pembakaran sebagaimana mekanisme dari insinerator.

"Jadi arangnya dimasukkan ke dalam alat, kemudian menghasilkan uap yang dimanfaatkan dalam proses pengolahan," ucapnya.

Selain itu, DLH Kota Malang terus memaksimalkan pengelolaan dari tingkat hulu lewat proses pemilihan antara sampah organik dengan anorganik.

Ia menyampaikan sampah organik ditangani dan diolah menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik dipilah sesuai jenisnya lalu diproses menjadi berbagai barang, seperti meja dan kursi.

Sampah plastik yang telah dipilah turut diproses menjadi solar untuk mendukung kebutuhan bahan bakar mesin pemroses hingga kendaraan pengangkut.

"Solarnya sudah kami produksi tetapi memang belum bisa dilakukan secara berkelanjutan," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.