Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Serap 37.833 Tenaga Kerja, Proyek Hilirisasi Danantara Dinilai Harus Perkuat SDM

📅 Jumat, 17 Jul 2026, 19:12 WIB | Oleh: Tim Penulis

"Danantara perlu mengambil posisi sebagai jembatan antara kementerian teknis, pemerintah daerah, dan investor," ujar Bhima.

Koordinasi dan Pengawasan

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menekankan pentingnya koordinasi dan pengawasan hingga ke tingkat daerah agar implementasi proyek hilirisasi berjalan efektif.

Menurut Faisal, pemerintah daerah harus dilibatkan secara aktif karena pemerintah pusat tidak mungkin mengawasi seluruh pelaksanaan proyek secara langsung di berbagai wilayah Indonesia.

"Pemerintah daerah harus dilibatkan. Tanpa keterlibatan mereka, mustahil pemerintah pusat bisa melakukan supervisi secara optimal karena rentang wilayah yang sangat luas," katanya.

Ia juga menilai pelaku usaha di daerah, termasuk usaha mikro dan kecil (UMK), harus menjadi bagian dari rantai pasok proyek hilirisasi sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

"Bukan hanya pelaku usaha besar dari pusat, tetapi juga pelaku usaha di daerah harus dilibatkan agar hilirisasi memberikan dampak yang lebih inklusif," ujarnya.

Sebelumnya, Danantara melaporkan tengah mengembangkan 26 proyek hilirisasi yang mencakup berbagai komoditas strategis, seperti pembangunan smelter aluminium, baja nirkarat, dan tembaga, serta pengembangan bioavtur, bioetanol, industri kelapa sawit, industri kelapa, hingga peternakan ayam terintegrasi.

Pelaksanaan proyek dilakukan dalam dua tahap. Fase pertama dimulai melalui groundbreaking pada 6 Februari 2026 dengan enam proyek prioritas di 13 lokasi senilai Rp109 triliun yang diperkirakan menyerap 11.456 tenaga kerja.

Selanjutnya, fase kedua dimulai pada 29 April 2026 dengan 10 proyek prioritas di 13 lokasi senilai Rp116 triliun dan diproyeksikan menyerap 26.377 tenaga kerja.

Bhima menegaskan Indonesia perlu tetap ambisius dalam mengembangkan hilirisasi karena memiliki potensi besar di sektor pangan, perikanan, hingga energi terbarukan. Namun, seluruh proyek harus dijalankan sesuai prosedur dengan memperhatikan kesiapan teknis, pendanaan, kondisi sosial, dan aspek lingkungan.

"Indonesia memang harus ambisius. Kita memiliki potensi besar dari sektor pangan, perikanan hingga energi terbarukan. Yang terpenting, setiap proyek harus memenuhi aspek kesiapan teknis, finansial, sosial, dan lingkungan," kata Bhima.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...

Karhutla Kawah Ijen Mereda, Masih Ada Hot Spot di Gunung Papak

30 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Karhutla Kawah Ijen Mereda,...
Luar Negeri
Lebanon Bersikeras Minta PB...
Advertisement
Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.