Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Serap 37.833 Tenaga Kerja, Proyek Hilirisasi Danantara Dinilai Harus Perkuat SDM

📅 Jumat, 17 Jul 2026, 19:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Serap 37.833 Tenaga Kerja, Proyek Hilirisasi Danantara Dinilai Harus Perkuat SDM Doc: Antara
Ket. Arsip - Sejumlah pekerja membongkar Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari atas mobil sebelum dimasak di salah satu pabrik minyak kelapa sawit, sebagai bagian hilirisasi industri sawit.

Jakarta – Proyek hilirisasi yang dijalankan Danantara diproyeksikan mampu menyerap 37.833 tenaga kerja melalui investasi senilai Rp225 triliun. Namun, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi, melainkan juga oleh kesiapan sumber daya manusia (SDM), arah kebijakan yang konsisten, serta sinergi antarpemangku kepentingan.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai peningkatan kualitas SDM dan penyusunan peta jalan (roadmap) hilirisasi yang konsisten menjadi kunci utama keberhasilan proyek-proyek hilirisasi nasional.

Menurut Bhima, langkah Danantara yang saat ini menggarap 26 proyek hilirisasi dengan total investasi mencapai Rp225 triliun akan memberikan dampak maksimal apabila didukung tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

"Hilirisasi akan sangat terbantu dengan SDM yang siap kerja dan dapat langsung diserap oleh kebutuhan industri hilir," kata Bhima di Jakarta, Jumat (17/7).

Menurut dia, pengembangan SDM tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan teknis. Pemerintah juga perlu menciptakan tenaga kerja yang mampu berinovasi agar Indonesia tidak terus bergantung pada tenaga kerja asing (TKA).

Selain itu, Bhima menilai pemerintah perlu memiliki roadmap hilirisasi yang konsisten agar terbentuk rantai industri yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.

"Proyek hilirisasi seharusnya tidak berjalan sendiri-sendiri agar mampu menciptakan ekosistem industri yang kuat," ujarnya.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan lain dalam pengembangan hilirisasi, mulai dari ketersediaan infrastruktur, pembiayaan, hingga dampak lingkungan. Menurut Bhima, beberapa proyek seperti hilirisasi batu bara membutuhkan investasi yang sangat besar dan berpotensi memengaruhi reputasi Danantara dari sisi lingkungan.

"Jika Indonesia memiliki visi yang kuat, koordinasi yang baik antar-pemangku kepentingan, dan SDM yang mumpuni, seharusnya kita mampu menghadapi berbagai tekanan eksternal melalui strategi hukum, diplomasi ekonomi, dan kebijakan yang selaras dengan aturan internasional, terutama terkait aspek lingkungan," katanya.

Dari sisi pembiayaan, Bhima menilai Danantara perlu menerapkan daftar investasi ramah lingkungan (green list) yang sesuai dengan standar investasi global guna meningkatkan daya tarik bagi investor.

"Kuncinya Danantara membuat semacam green list investasi yang sesuai standar investasi global ramah lingkungan," ujarnya.

Bhima juga menyoroti posisi Danantara yang kini telah menjadi Associate Member International Forum of Sovereign Wealth Funds (IFSWF). Menurutnya, keanggotaan tersebut harus diikuti dengan penerapan Santiago Principles dalam proses seleksi proyek hilirisasi.

"Danantara sudah bergabung dengan koalisi SWF dunia dan memiliki standar Santiago. Itu harus diterapkan dalam praseleksi proyek," katanya.

Ia menilai Danantara perlu memperkuat proses seleksi proyek, manajemen risiko, termasuk risiko fiskal, pengukuran dampak, serta meningkatkan koordinasi untuk meminimalkan potensi konflik kebijakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...

Karhutla Kawah Ijen Mereda, Masih Ada Hot Spot di Gunung Papak

31 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Karhutla Kawah Ijen Mereda,...
Luar Negeri
Lebanon Bersikeras Minta PB...
Advertisement
Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.