Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinsos Kabupaten Lebak: Minat Anak untuk Sekolah Rakyat di Lebak Cukup Tinggi 

📅 Senin, 01 Jun 2026, 12:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinsos Kabupaten Lebak: Minat Anak untuk Sekolah Rakyat di Lebak Cukup Tinggi  Doc: ANTARA
Ket. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Lela Gifty Clerita.

LEBAK – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Lela Gifty Clerita mengatakan minat anak untuk Sekolah Rakyat di daerah tersebut cukup tinggi, hingga melebihi target kuota yang ditentukan Kementerian Sosial.

"Kami kewalahan menerima siswa itu hingga melebihi kuota, sehingga terpaksa dijadikan sebagai cadangan," kata Lela dalam keterangan di Lebak, Senin (01/6).

Kementerian Sosial tahun ajaran 2026/2027 menerima siswa Sekolah Rakyat pada jenjang SD sebanyak 90 anak, SMP 90 anak, SMA 90 anak dari sebelumnya SD 25 anak, SMP 75 anak serta SMA 100 anak.

Saat ini, jumlah peserta siswa Sekolah Rakyat melebihi target kuota, sehingga terpaksa dijadikan cadangan.

"Jika siswa itu berhenti atau meninggal, maka cadangan sebagai penggantinya," kata Lela.

Menurut dia, siswa Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027 akan mengisi gedung baru seluas 8,8 hektare di Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak.

Gedung baru itu dilengkapi berbagai fasilitas di antaranya fasilitas ruang belajar, ruang asrama, ruang tidur, ruang makan, ruang dapur juga sarana ibadah serta lapangan olahraga.

"Kami mengapresiasi pembangunan Sekolah Rakyat itu dipastikan Juli 2026 rampung dan bisa dioperasikan," katanya..

Ketua Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Wahyu mengatakan, minat warga setempat menjalani pendidikan Sekolah Rakyat cukup tinggi, ditandai banyak orang tua mendaftarkan anaknya sekolah tersebut.

Namun, pihaknya melakukan seleksi ketat, mulai validasi serta verifikasi, sehingga benar-benar anak dari keluarga Desil 1 dan 2. Selain itu juga tidak terlibat judi daring, tidak memiliki pinjaman di bank dan tidak memiliki kendaraan.

"Kami menerima siswa dari keluarga rentan dan masyarakat miskin yang masuk kategori Desil 1 dan 2 agar ke depannya bisa menghapus mata rantai kemiskinan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.