Langkah Strategis! Indonesia Resmi Masuk Organisasi AI Global
📅 Jumat, 17 Jul 2026, 18:55 WIB | Oleh: Tim PenulisSHANGHAI – Munculnya berbagai organisasi global di bidang kecerdasan buatan (AI) mencerminkan meningkatnya kebutuhan akan tata kelola teknologi yang aman, etis, dan inklusif.
Perkembangan AI yang sangat cepat tidak hanya membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan inovasi, tetapi juga menghadirkan tantangan terkait keamanan data, hak kekayaan intelektual, disinformasi, hingga dampaknya terhadap pasar tenaga kerja.
Karena itu, kerja sama internasional menjadi semakin penting untuk menyusun standar, prinsip, dan regulasi yang mampu menyeimbangkan percepatan inovasi dengan perlindungan kepentingan publik.
Bagi Indonesia, keterlibatan aktif dalam forum AI global menjadi peluang untuk memperkuat kapasitas nasional sekaligus memastikan kepentingan negara berkembang turut terakomodasi dalam pembentukan tata kelola AI dunia.
Indonesia resmi bergabung dalam Organisasi Kerjasama Kecerdasan Artifisial Global (World Artificial Intelligence Cooperation Organization atau WAICO) yang diinisiasi oleh Tiongkok.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keikutsertaan Indonesia tersebut ditandai dengan penandatanganan dokumen pendirian WAICO pada Kamis (16/6) oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang disampaikan dalam Rapat Terbatas pada tanggal 13 Juli yang lalu.
"Penandatanganan ini dilakukan atas arahan Presiden Prabowo untuk mendorong pembangunan ekonomi yang mempercepat agenda pembangunan berkelanjutan dari PBB, dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia," kata Airlangga dalam keterangan tertulis di Shanghai, Kamis (16/6).
Terdapat 29 negara yang melakukan penandatangan dokumen pendirian WAICO termasuk Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Kecerdasan Artifisial dan Pengembangan Digital Kazakhstan Zhaslan Madiyev, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Laos Thongsavanh Phomvihane, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar, Wakil Kepala Administrasi Kepresidenan Rusia Maxim Oreshkin, perwakilan Pakistan, Brazil, Afrika Selatan dan lainnya serta dihadiri juga oleh Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Indonesia perlu terlibat langsung dalam kerja sama internasional dan tata kelola global tentang AI untuk pengembangan yang sehat dan ke arah yang bermanfaat, aman, dan adil untuk kepentingan seluruh umat manusia, sesuai dengan tujuan dan prinsip-prinsip Piagam PBB," tambah Menko Airlangga.
Dokumen "Agreement on the Establishment of the World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO)" menyatakan bahwa negara-negara penandatangan sepakat untuk mendirikan WAICO sebagai organisasi internasional antar pemerintah yang independen dan diberikan personalitas hukum internasional, dan semua negara yang menandatangani dokumen perjanjian ini akan menjadi pendiri dan Negara Anggota WAICO.
Menurut perjanjian itu, organisasi ini akan menjunjung tinggi tujuan Piagam PBB, berkomitmen pada konsultasi luas dan kontribusi bersama demi manfaat bersama, serta menganut pendekatan yang berpusat pada manusia.
WAICO juga bertujuan untuk mendorong kerja sama internasional dan tata kelola global terkait AI, memastikan AI bermanfaat, aman, dan adil, sehingga mendorong perkembangannya yang sehat dan tertib demi kebaikan seluruh umat manusia.
Menko Airlangga menegaskan bahwa kehadiran Indonesia sebagai salah satu anggota pendiri (Founding Member) dalam organisasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan arah pengembangan tata kelola AI global tetap berpusat pada manusia (human-centric approach) dan menghadirkan manfaat yang setara bagi seluruh negara, khususnya negara-negara berkembang dalam mendorong kemajuan pembangunan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
"Penandatanganan dokumen perjanjian pendirian WAICO hari ini adalah tonggak penting bagi kita semua. Melalui wadah ini, Indonesia berkomitmen untuk mengambil peran aktif menjembatani kesenjangan kemampuan teknologi secara global (bridging the AI divide) dan pengelolaan AI agar lebih aman (safe), tepercaya (trustworthy), dan beretika (ethical)," tambah Airlangga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!