Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkeu Salurkan Bantuan Becak Kayuh Listrik Wisata di Yogyakarta

📅 Jumat, 17 Jul 2026, 08:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkeu Salurkan Bantuan Becak Kayuh Listrik Wisata di Yogyakarta Doc: ANTARA
Ket. Menteri Keuangan Purbaya mencoba Becak Kayuh Listrik Wisata Bekalista di Alun Alun Kidul Kota Yogyakarta. Kamis (16/7/2026).

YOGYAKARTA - Kementerian Keuangan melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menyalurkan bantuan ekosistem Becak Kayuh Listrik Wisata (Bekalista), untuk mendukung kenyamanan transportasi wisata khas Yogyakarta.

"Bekalista dikembangkan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan transportasi wisata tanpa menghilangkan identitas budaya Yogyakarta," kata Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti pada penyerahan Bekalista di Alun Alun Kidul Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, becak dan andong telah ditetapkan sebagai kendaraan tradisional melalui Peraturan Daerah DIY Nomor 5 Tahun 2016, dan Peraturan Gubernur (Pergub) DIY Nomor 39 Tahun 2024, dalam regulasi tersebut membuka ruang inovasi becak kayuh berbantuan motor listrik.

"Jadi ini becaknya ibu-ibu friendly, jadi kalau naik itu tidak menyulitkan dan saya rasa ini akan sangat membantu kita semua dalam memanfaatkan becak tersebut," katanya.

Menurut dia, pembangunan ekosistem Bekalista ini melibatkan 100 persen tenaga lokal dari Yogyakarta, mulai dari tenaga profesional di bidang teknik fabrikasi, perakitan, kelistrikan kendaraan listrik, hingga sekolah kejuruan untuk memperkuat teaching factory.

"Dan hari ini dilaksanakan penyerahan simbolis ekosistem Bekalista, becak kayuh listrik wisata kepada 15 perwakilan dari 80 pengayuh becak di Kota Yogyakarta dan sekitarnya," katanya.

Menurut dia, untuk mendukung operasional sistem tersebut dilengkapi dengan satu unit bengkel bergerak atau mobile workshop, 12 stasiun pengisian daya, kemudian delapan unit baterai cadangan dan bengkel induk di SMK Negeri 3 Yogyakarta.

"Bekalista diharapkan meningkatkan produktivitas dan pendapatan para pengayuh, mengurangi beban listrik terutama bagi pengayuh berusia lanjut, serta memperkuat pariwisata hijau atau ekoturism melalui moda rendah emisi dan minim polusi suara," katanya.

Dia mengatakan, bagi Yogyakarta, Bekalista dapat memperkaya pengalaman wisata dan mendorong belanja wisatawan pada produk serta jasa lokal.

Namun demikian, kata dia, untuk menjamin keberlangsungan program becak kayuh listrik wisata tersebut, maka harus didukung dengan tiga pilar.

Tiga pilar itu pertama adalah penguatan tata kelola komunitas melalui koperasi mobilitas nasional Indonesia, yang kedua adalah kemandirian pemeliharaan aset melalui peningkatan kapasitas mekanik lokal dan fasilitasi bengkel bergerak.

"Dan yang ketiga adalah integrasi teknologi informasi, yaitu melalui transaksi digital dan memanfaatkan platform Jogjakita untuk memperluas pemasaran serta akses layanan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Ekonomi
BBNI dan Rombongan Himbara ...
Luar Negeri
Inggris Impor Air dari Norw...
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.