FIFA Didesak Selidiki Timnas Argentina Usai Bentangkan Spanduk Malvinas
📅 Kamis, 16 Jul 2026, 18:45 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Pemerintah Inggris mendesak FIFA untuk mengambil tindakan terhadap tim nasional Argentina setelah para pemain membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" usai kemenangan 2-1 atas Inggris pada semifinal Piala Dunia di Atlanta. London menilai aksi tersebut membawa isu politik ke dalam ajang olahraga internasional yang seharusnya menjunjung netralitas.
Desakan itu disampaikan Menteri Perdagangan Inggris Peter Kyle yang meminta badan sepak bola dunia melakukan penyelidikan menyeluruh. Menurutnya, aksi para pemain Argentina tidak sepatutnya terjadi di panggung Piala Dunia.
"Sama sekali tidak pantas. Saya berharap FIFA melakukan investigasi secara menyeluruh," kata Peter Kyle.
Spanduk yang diangkat para pemain diberikan oleh suporter di tribun setelah pertandingan berakhir. Tulisan tersebut merujuk pada klaim Argentina atas Kepulauan Falkland yang di negara itu dikenal sebagai Islas Malvinas, wilayah yang hingga kini masih menjadi sengketa dengan Inggris.
Berdasarkan Kode Disiplin FIFA, segala bentuk pesan yang bersifat politik, ideologis, keagamaan, maupun menyinggung dilarang ditampilkan di stadion selama pertandingan resmi. Jika terbukti melanggar, pemain maupun federasi sepak bola terkait dapat dikenai sanksi berupa denda yang nilainya berkisar antara 5.000 hingga 20.000 dolar Amerika Serikat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hingga Kamis (16/7), FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan pemerintah Inggris tersebut. Namun, organisasi itu memiliki sejumlah preseden dalam menangani kasus serupa pada turnamen internasional sebelumnya.
Salah satu kasus yang kerap dijadikan rujukan adalah hukuman terhadap pemain Korea Selatan Park Jong-woo pada Olimpiade London 2012. Saat itu, ia dilarang tampil dalam dua laga kualifikasi Piala Dunia 2014 setelah mengangkat spanduk bertuliskan "Dokdo adalah wilayah kita" yang berkaitan dengan sengketa wilayah antara Korea Selatan dan Jepang.
Di sisi lain, bek Argentina Lisandro Martínez menilai aksi membentangkan spanduk tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap para veteran perang Malvinas. Ia mengaku momen itu memiliki makna emosional bagi banyak warga Argentina.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya bisa membayangkan seorang veteran Malvinas melihat itu dan menangis," ujar Martínez.
Pemain Manchester United itu juga mengatakan dirinya tidak mengetahui apakah FIFA akan menjatuhkan hukuman kepada tim Argentina. Meski demikian, ia menegaskan para pemain hanya menyampaikan keyakinan bahwa Kepulauan Malvinas merupakan bagian dari negaranya.
"Saya tidak tahu apakah akan ada sanksi atau tidak, tetapi yang mereka lakukan adalah memasang spanduk itu dan menegaskan bahwa pulau-pulau itu milik kami," ucapnya.
Pernyataan senada disampaikan gelandang Argentina Leandro Paredes yang menyebut isu Malvinas merupakan bagian penting dari sejarah bangsanya. Menurutnya, para pemain merasa memiliki ikatan emosional dengan para korban konflik tersebut.
"Sayangnya, ini adalah bagian menyedihkan dari sejarah kita. Dan itu menyakitkan. Kami tahu kami juga bermain untuk mereka," kata Paredes.
Perselisihan mengenai Kepulauan Falkland telah berlangsung selama hampir dua abad. Argentina berpendapat wilayah itu diambil secara tidak sah oleh Inggris pada 1833, sementara Inggris menyatakan klaim kedaulatannya telah ada sejak 1765 dan tetap mempertahankan wilayah tersebut hingga kini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!