Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Musim Kemarau Membuat Garut Harus Berjuang Atasi Kebakaran Hutan

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 22:07 WIB | Oleh:
Musim Kemarau Membuat Garut Harus Berjuang Atasi Kebakaran Hutan Doc: ist
Ket. waspada kebakaran

GARUT – Daerah-daerah di musim kemarau seperti sekarang mulai mendapat ancaman kebakaran seperti di Garut. Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat mencatat selama sepekan terakhir ada tiga titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau yang semuanya cepat ditangani sehingga tidak terus meluas kobaran apinya.

"Kebakaran hutan dan lahan kemarin ada tiga lokasi, kemarin di Malangbong, di Tarogong Kaler dua, itu baru sementara," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh di Garut, Selasa.

Ia menuturkan, Pemkab Garut sudah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan juga karhutla akibat musim kemarau yang menginstruksikan semua jajaran instansi untuk siap siaga menangani dengan cepat apabila ada laporan karhutla.

Saat ini, lanjut dia, sudah masuk musim kemarau yang dilaporkan sejumlah daerah dilanda kekeringan, dan terdapat kejadian karhutla, namun kategorinya belum masif. "Kategori belum masif," katanya.

Ia menyampaikan, penanganan tiga titik karhutla di dua kecamatan itu dilakukan secara bersama-sama, khususnya dari tim Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang bergerak untuk memadamkan api. "Sudah ada beberapa kejadian, sementara ditangani oleh Dinas Damkar," katanya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko menyampaikan, jajarannya sudah siap siaga untuk melakukan penanganan kejadian kebakaran, termasuk karhutla.

Disdamkar Garut, lanjut dia, sudah membentuk regu kesiapsiagaan dan cadangan yang siap melayani 24 jam apabila dibutuhkan untuk membantu pemadaman api, termasuk lahan kering yang terbakar.

"Sudah terbentuk regu kesiapsiagaan serta regu cadangan setiap hari 24 jam di setiap Pos Damkar, cuma kesiapsiagaannya saja kami tingkatkan," katanya.
 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Tanda-tanda Menunjukkan Perlambatan Ekonomi Tiongkok akan Berlanjut

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tanda-tanda Menunjukkan Per...
Daerah
Anggota Paskibraka Situbond...
Nasional
Bantuan Gempa NTT Dipacu! B...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.