Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rahasia Pembentukan Kulit Bumi Terungkap

📅 Senin, 13 Jul 2026, 20:20 WIB | Oleh:

Para peneliti menyebut fenomena tersebut sebagai quantum event, yakni peristiwa diskret ketika sebagian besar pergerakan lempeng terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Rata-rata laju penyebaran dasar laut di kawasan penelitian hanya sekitar 6,3 sentimeter per tahun apabila dihitung dalam jangka panjang.

Namun saat peristiwa April 2024 berlangsung, kedua sisi punggungan samudra bergerak menjauh hingga sekitar lima sentimeter setiap menit. Dengan kata lain, proses tersebut berlangsung hampir 500.000 kali lebih cepat dibandingkan kecepatan rata-rata yang selama ini dihitung para ahli.

Instrumen penelitian mencatat perpindahan horizontal antara dua hingga empat meter, setara dengan akumulasi pergerakan yang biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 60 tahun.

Menjawab Misteri Lama Ilmu Kebumian

Penelitian ini juga berhasil menjawab salah satu teka-teki yang telah lama membingungkan para ahli geologi. Selama beberapa dekade, ilmuwan mengetahui kecepatan rata-rata pergerakan lempeng tektonik berdasarkan pengukuran satelit dan instrumen geodesi.

Ketika mereka menghitung total perpindahan yang dihasilkan oleh gempa bumi, hasilnya selalu lebih kecil dibandingkan laju penyebaran dasar laut yang sebenarnya. Selalu ada “gerakan yang hilang” yang belum dapat dijelaskan.

Melalui pengamatan langsung ini, Royer dan tim menemukan bahwa sebagian besar perpindahan kerak samudra ternyata berlangsung secara aseismik, yaitu tanpa menghasilkan gelombang seismik yang cukup kuat untuk terdeteksi sebagai gempa bumi besar.

Dari proses itu kerak Bumi ternyata dapat bergeser cukup jauh secara “diam-diam”, sementara gempa bumi hanya merepresentasikan sebagian kecil dari keseluruhan proses tersebut. Penemuan ini menjadi bukti pertama yang dapat digunakan untuk menyempurnakan berbagai model geofisika mengenai dinamika dasar laut.

Selain memperkaya pemahaman mengenai pembentukan kerak samudra, penelitian ini juga menunjukkan bahwa teknologi observatorium bawah laut kini telah cukup maju untuk menangkap proses-proses geologi yang sebelumnya dianggap hampir mustahil diamati secara langsung.

Data yang berhasil dikumpulkan akan menjadi acuan penting untuk menguji berbagai model seismik, memahami hubungan antara aktivitas magma dan gempa bumi, serta mempelajari evolusi kerak samudra di berbagai wilayah dunia. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Liburan di kebun binatang mini Taman Situ Cibinong Plaza Bogor

Liburan di kebun binatang mini Taman Situ Cibinong Plaza Bogor

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.