Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rahasia Pembentukan Kulit Bumi Terungkap

📅 Senin, 13 Jul 2026, 20:20 WIB | Oleh:

Perangkat penelitian tersebut dipasang pada Februari 2024 di sekitar Pulau Amsterdam, wilayah Samudra Hindia bagian selatan. Selama bertahun-tahun, tim peneliti merancang sistem ini dengan harapan dapat menangkap salah satu momen paling langka dalam dinamika tektonik Bumi.

Observatorium terdiri atas lima hidrofon otomatis yang ditempatkan mengelilingi Dataran Vulkanik Saint Paul-Amsterdam. Hidrofon tersebut mampu mendeteksi suara bawah laut, aktivitas seismik, hingga perubahan posisi dasar laut dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.

Target penelitian sebenarnya cukup sederhana, yaitu mengukur peregangan perlahan pada dasar laut yang terjadi sebelum pelepasan energi tektonik. Namun hanya dua bulan setelah sistem mulai beroperasi, sesuatu yang luar biasa terjadi.

Pada April 2024, dasar laut di kawasan penelitian mendadak mengalami retakan besar. Kesempatan yang sangat langka itu memungkinkan seluruh instrumen bekerja sebagaimana yang telah dirancang selama bertahun-tahun.

Royer menggambarkan momen tersebut sebagai keberuntungan luar biasa. “Fortune favors the bold,” ujarnya, mengutip ungkapan yang berarti keberuntungan berpihak kepada mereka yang berani mengambil risiko.

Magma Menerobos Kerak

Selama sekitar 16 hari pada akhir April 2024, para peneliti mencatat serangkaian perubahan dramatis pada dasar laut. Sumbu punggungan samudra mengalami keruntuhan sehingga kantong magma yang selama puluhan tahun tersimpan di bawahnya mulai bergerak naik menuju kerak samudra.

Magma tersebut membentuk intrusi berbentuk lembaran besar yang dikenal sebagai dike. Dalam waktu kurang dari dua jam, sekitar 150 juta meter kubik magma berhasil menerobos masuk ke dalam kerak Bumi. Jumlah tersebut setara dengan puluhan ribu kolam renang ukuran Olimpiade yang dipenuhi batuan cair bersuhu lebih dari 1.000 derajat Celsius.

Pergerakan magma kemudian memicu serangkaian gempa bumi kecil, mengaktifkan kembali sesar-sesar lama yang sebelumnya tidak aktif, sekaligus menguras kantong magma di bawah punggungan. Akibat kehilangan penyangga dari bawah, dasar laut mulai mengalami penurunan dengan sangat cepat.

Ketika dike akhirnya mencapai permukaan dasar laut, lava mulai keluar dan membentuk lapisan batuan baru. Pada saat yang sama, lembah yang menandai sumbu punggungan samudra terus amblas hingga sekitar 4,2 meter.

“Inilah pertama kalinya sebuah peristiwa pembentukan kerak samudra yang melibatkan intrusi magma dan pergeseran sesar dapat diamati secara langsung dari jam ke jam,” kata Royer.

Terjadi Sangat Cepat

Salah satu temuan paling penting dari penelitian ini adalah bahwa penyebaran dasar laut ternyata tidak berlangsung secara perlahan dan kontinu seperti yang selama ini banyak diasumsikan. Selama puluhan tahun, tegangan tektonik terus menumpuk di dalam kerak Bumi layaknya pegas yang terus ditarik.  Ketika kekuatannya telah melampaui batas, seluruh energi tersebut dilepaskan dalam satu peristiwa besar yang berlangsung sangat singkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Liburan di kebun binatang mini Taman Situ Cibinong Plaza Bogor

Liburan di kebun binatang mini Taman Situ Cibinong Plaza Bogor

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.