Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hebat! Satelit NEO Karya Peneliti Indonesia Siap DIluncurkan BRIN pada 1 Januari 2027, TKDN 65 Persen

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 17:18 WIB | Oleh:
Hebat! Satelit NEO Karya Peneliti Indonesia Siap DIluncurkan BRIN pada 1 Januari 2027, TKDN 65 Persen Doc: ANTARA/Livia Kristianti
Ket. Miniatur tampilan satelit Nusantara Earth Observation (NEO) 1 yang siap diluncurkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dipamerkan dalam peringatan 50 tahun satelit Indonesia di Jakarta, Rabu (8/7).

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan siap meluncurkan satelit bernama Nusantara Earth Observation (NEO 1) pada Januari 2027 sebagai satelit observasi bumi buatan para peneliti asal Indonesia dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 65 persen.

Kepala BRIN Arif Satria menyatakan satelit itu menjadi bukti bahwa Indonesia mampu melakukan regenerasi inovasi di bidang satelit dan meneruskan pengembangan beragam jenis satelit di dalam negeri.

"Peluncuran NEO 1 ini akan menjadi tonggak penting yang menunjukkan bahwa Indonesia semakin mampu menguasai seluruh rantai teknologi satelit," kata Arif dalam perayaan 50 tahun Satelit Indonesia di Jakarta, Rabu (8/7).

Arif mengatakan BRIN menyiapkan semua aset NEO 1 mengandalkan inovasi anak bangsa mulai dari perancangan misi, desain sistem, pengujian software, operasi satelit, hingga dukungan stasiun bumi.

Satelit ini akan berperan sebagai satelit observasi bumi nasional dan masuk kategori satelit kelas mini (minisat) dengan kemampuan pencitraan resolusi tinggi dan menengah.

"NEO 1 ini mengandung TKDN kurang lebih sekitar 65 persen dan sekali lagi itu satu kebanggaan dari kita semua sebagai bangsa Indonesia," kata Arif.

Membahas fungsinya, satelit ini bakal menghadirkan solusi mendukung penyediaan data citra nasional dan digunakan untuk pemetaan wilayah, pertanian, kehutanan, kelautan,mitigasi bencana, pemantauan lingkungan, dan pemantauan aktivitas kapal melalui AIS (Automatic Identification System).

Selain itu, NEO 1 juga bakal mendukung kebutuhan pemerintah, riset industri, dan layanan publik terkait pencitraan bumi berbasis data satelit.

Setelah NEO 1 berhasil diluncurkan, BRIN bakal terus melanjutkan pengembangan inovasi jenis satelit lainnya agar memberikan lebih banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia.

Salah satunya ialah pengembangan satelit telekomunikasi nasional sehingga memperkuat persatuan bangsa lewat konektivitas.

"Penguasaan teknologi satelit telekomunikasi merupakan investasi strategis yang memperkuat kedaulatan digital, meningkatkan daya saing ekonomi, serta mengurangi ketergantungan terhadap penyedia teknologi dan layanan dari luar negeri," kata Satria.

Industri Antariksa

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkapkan potensi Indonesia bisa menjadi pemimpin industri antariksa dan menjaga kedaulatan negara di ruang angkasa.

Menurutnya hal itu menjadi perhatian pemerintah dan tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 mengingat antariksa merupakan salah satu sektor yang bakal bertumbuh secara global di masa mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.