Kenaikan Harga Obat Membebani Masyarakat, Penyakit Ringan Justru Paling Banyak Diklaim
📅 Senin, 13 Jul 2026, 18:21 WIB | Oleh: Haryo BronoSepanjang 2025, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit dengan jumlah tagihan obat rawat jalan terbanyak, mencapai 32.519 kasus. Di posisi berikutnya terdapat radang tenggorokan sebanyak 8.581 kasus, serta demam dan pilek sebanyak 7.728 kasus.
Head of Health Analytics Allianz Life Indonesia dr. Tubagus Argie mengatakan masyarakat sering kali lebih fokus mempersiapkan biaya ketika menghadapi penyakit berat, padahal penyakit yang dianggap ringan juga dapat menimbulkan beban finansial yang tidak kecil.
"Masyarakat sering kali hanya mengantisipasi biaya ketika menghadapi penyakit berat. Padahal, penyakit yang umum terjadi seperti ISPA, radang tenggorokan, maupun demam dan pilek juga tetap membutuhkan pengobatan. Ketika penyakit tersebut terjadi berulang, terutama dalam satu keluarga, akumulasi biayanya dapat menjadi cukup signifikan," kata dr. Argie.
ISPA masih mendominasi klaim kesehatan
Sebaiknya Anda baca juga:
Temuan tersebut juga tercermin pada data klaim kesehatan Allianz Indonesia selama kuartal pertama 2026.
ISPA kembali menjadi penyakit yang paling banyak diklaim nasabah dengan total 10.026 kasus. Setelah itu disusul diare sebanyak 3.741 kasus, radang tenggorokan 2.795 kasus, demam 2.394 kasus, dan batuk pilek sebanyak 2.369 kasus.
Menurut Allianz, tingginya jumlah klaim tersebut menunjukkan bahwa penyakit yang sering dianggap ringan tetap menjadi alasan utama masyarakat mengakses layanan kesehatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain biaya konsultasi dokter maupun tindakan medis, kebutuhan obat menjadi komponen pengeluaran yang sering kali luput diperhitungkan oleh masyarakat ketika menyusun anggaran kesehatan keluarga.
"Hal ini menjadi pengingat bahwa ketika seseorang jatuh sakit, biaya yang dikeluarkan bukan hanya berasal dari tindakan medis atau biaya konsultasi dokter, tetapi juga dari kebutuhan obat yang sering kali luput dari perhitungan. Di tengah tren kenaikan biaya kesehatan, masyarakat perlu mempersiapkan perlindungan kesehatan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kesehatan sekaligus beban finansial akibat kebutuhan pengobatan yang tidak terduga," ujar dr. Argie.
Data tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga obat tidak hanya berdampak pada pasien dengan penyakit kronis, tetapi juga dapat dirasakan oleh masyarakat umum yang mengalami penyakit infeksi ringan secara berulang. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri di tengah meningkatnya inflasi medis dan biaya layanan kesehatan dalam beberapa tahun terakhir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!