Bahaya Tersembunyi Bahan Pengawet di Makanan Kemasan, Picu Risiko Hipertensi hingga Serangan Jantung
📅 Kamis, 21 Mei 2026, 12:45 WIB | Oleh: Alfina Febriyana
JAKARTA - Sebuah penelitian besar dari Perancis memicu alarm dunia kesehatan, bahan pengawet yang selama ini dianggap aman dalam makanan kemasan ternyata dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi hingga 29 persen, serta memicu risiko serangan jantung dan stroke sebesar 16 persen. Fakta ini mengejutkan karena bahan-bahan tersebut dipakai luas pada makanan yang kita konsumsi setiap hari, mulai dari roti, saus, minuman, hingga camilan.
Yang lebih mengejutkan, bahkan pengawet yang kerap dilabeli sebagai alami, seperti citric acid dan ascorbic acid (vitamin C sintetis), juga dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi sebesar 22 persen.
Menurut peneliti utama, Mathilde Touvier dari proyek NutriNet Sante, zat-zat ini mungkin berasal dari sumber alami, tetapi bentuknya sebagai pengawet tambahan bukanlah alami seperti yang terdapat pada buah dan sayuran. Artinya, vitamin C dalam jeruk dan vitamin C dalam makanan kemasan bekerja sangat berbeda di tubuh.
Penelitian ini juga memperkuat kekhawatiran global tentang ultraprocessed foods (UPF), yang selama ini dituding sebagai penyebab meningkatnya penyakit jantung. UPF sebelumnya telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 50 persen, risiko obesitas 55 persen, gangguan tidur 41 persen, hingga diabetes tipe 2 sebesar 40 persen.
Namun studi terbaru ini membawa perspektif baru, bukan hanya UPF sebagai kategori, melainkan pengawet individual di dalamnya yang menjadi biang masalah.
Lebih mengejutkan lagi, menurut tim Touvier, makanan ultraprocessed hanya menyumbang 35 persen dari total konsumsi pengawet. Artinya, pengawet ada di hampir semua makanan, bahkan yang tidak kamu kira! Tidak ada satu kelompok makanan yang bisa dihindari untuk menghilangkan pengawet sepenuhnya.
Beberapa pengawet yang paling berbahaya adalah potassium sorbate, potassium metabisulphite, dan sodium nitrite, yang sering ditemukan pada wine, roti, keju, minuman fermentasi, bacon, ham, dan daging olahan lainnya.
Zat-zat ini sering memicu reaksi dalam tubuh yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan temuan ini dipandang wajar oleh sebagian ahli karena daging olahan memang lama dikenal meningkatkan risiko kardiovaskular.
Menariknya, pengawet alami seperti ascorbic acid, sodium ascorbate, citric acid, sodium erythorbate, dan bahkan ekstrak rosemary, juga ditemukan berhubungan dengan tekanan darah tinggi. Hal ini menantang asumsi publik bebas bahan kimia atau alami otomatis berarti aman.
Temuan ini juga selaras dengan dua penelitian sebelumnya yang menunjukkan beberapa pengawet tersebut berhubungan dengan peningkatan risiko kanker hingga 32 persen dan risiko diabetes tipe 2 hingga 49 persen.
Walaupun penelitian bersifat observasional, para ahli mengatakan metodenya sangat ketat dan hasilnya cukup kuat untuk menjadi peringatan serius. Para peneliti menyarankan masyarakat untuk lebih memilih makanan segar, minim proses, atau produk beku yang diawetkan dengan suhu rendah, bukan bahan kimia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!