AS Tuntut Iran Nyatakan Selat Hormuz Terbuka dan Hentikan Penembakan Kapal yang Melintas
📅 Sabtu, 11 Jul 2026, 15:01 WIB | Oleh: Lili LestariPara pejabat AS mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat bahwa kesepakatan apa pun mengenai program nuklir Iran akan mengharuskan Teheran untuk menyerahkan persedian uranium. Jika AS tidak mencapai kesepakatan dengan Iran untuk menyerahkan material nuklirnya, AS memiliki opsi militer untuk memastikan bahwa material tersebut tetap terkubur di bawah tanah selamanya, kata para pejabat tersebut. Mereka tidak merinci opsi-opsi tersebut.
Material uranium yang berpotensi digunakan untuk membuat senjata nuklir diyakini terkubur setelah serangan yang dilancarkan AS terhadap Iran musim panas lalu. Iran mengatakan program nuklirnya ditujukan untuk tujuan damai.
Para pejabat mengatakan mereka tidak akan pernah mencapai kesepakatan nuklir dengan Iran jika negara itu tidak terlebih dahulu mematuhi ketentuan kesepakatan gencatan senjata dan menghentikan serangan baru terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
Perjuangan itu menggarisbawahi tantangan jangka panjang yang dihadapi pemerintahan Trump setelah perang yang dimulainya dan diharapkan akan berakhir beberapa bulan lalu. Pada akhir Februari, Trump menghentikan pembicaraan dengan Iran mengenai program nuklirnya dan melancarkan kampanye militer, dengan mengatakan bahwa ia mengambil tindakan tersebut karena Teheran berupaya membangun kembali programnya dan mengembangkan rudal jarak jauh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menghadapi tekanan politik di AS untuk mengakhiri konflik dan dampak ekonominya serta menghindari konflik Timur Tengah berkepanjangan seperti yang selama ini ia lawan dalam kampanyenya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!