Belajar dari 20 Tahun Gempa Yogya, Pendidikan Tangguh Bencana Diperkuat
📅 Jumat, 22 Mei 2026, 17:30 WIB | Oleh: Tim PenulisYOGYAKARTA - Peringatan dua dekade gempa Yogyakarta mulai memasuki rangkaian kegiatan utama dengan penguatan edukasi kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) membuka agenda tersebut melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang digelar di SMAN 1 Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK Andre Notohamijoyo mengatakan peringatan 20 tahun gempa Yogyakarta tidak hanya dimaksudkan untuk mengenang peristiwa yang pernah terjadi, tetapi juga menjadi pengingat penting agar masyarakat semakin siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
"Kegiatan ini juga merupakan bagian dari penguatan program flagship 'Kita Tangguh' yang mengedepankan pendekatan kolaboratif pentahelix melalui keterlibatan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat," katanya.
Pada hari pertama kegiatan, pelajar, tenaga pendidik, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan kebencanaan mengikuti edukasi dan sosialisasi terkait program SPAB. Berbagai materi yang diberikan mencakup pembentukan budaya sadar bencana, pemahaman risiko gempa bumi, prosedur penyelamatan diri dan evakuasi, hingga pengenalan sistem pelaporan kebencanaan melalui platform Jogja Digdaya.
Andre menilai sekolah memiliki posisi penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan, karena lingkungan pendidikan menjadi tempat yang mampu menanamkan pemahaman kebencanaan sejak dini kepada peserta didik maupun tenaga pendidik.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sekolah didorong untuk mengintegrasikan pendidikan kebencanaan ke dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler guna membentuk budaya tangguh bencana sejak dini. Melalui SPAB, kita tidak hanya melindungi ekosistem sekolah, tetapi juga membentuk dan melahirkan generasi yang tangguh, adaptif, dan responsif terhadap risiko bencana,” katanya.
Dukungan terhadap penguatan kapasitas kesiapsiagaan di sekolah juga datang dari sektor swasta. Direktur Operasi PT Taman Wisata Candi Prambanan dan Ratu Boko (TWC) atau InJourney Destinations Management (IDM) Indung Purwita Jati menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung pelatihan dan edukasi kebencanaan di lingkungan pendidikan.
Selain penyampaian materi, kegiatan SPAB juga diisi simulasi penanganan bencana serta diskusi mengenai evaluasi pelaksanaan program. Penghargaan turut diberikan kepada sejumlah pihak yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam menjalankan program SPAB di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Kepala Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa Kemendikdasmen Herdiana yang mewakili Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah selaku Kepala Sekretariat Nasional SPAB menegaskan pentingnya penguatan pendidikan kebencanaan di lingkungan sekolah.
"Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang tangguh menghadapi bencana," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!