Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sektor Pariwisata Kian Bergairah, Menpar Beberkan Capaian Positif Mei 2026

📅 Jumat, 10 Jul 2026, 16:58 WIB | Oleh: Tim Penulis

Secara kumulatif, perjalanan wisnus sepanjang Januari–Mei 2026 mencapai 523,22 juta perjalanan, meningkat 2,86 persen dibandingkan periode Januari–Mei 2025 yang sebesar 508,67 juta perjalanan.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menambahkan perjalanan masyarakat Indonesia yang bepergian ke luar negeri pada Mei 2026 tercatat sebanyak 550.382 perjalanan. Jumlah tersebut turun 6,05 persen dibandingkan Mei 2025 yang mencapai 585.800 perjalanan.

Secara kumulatif, perjalanan masyarakat pada Januari–Mei 2026 mencapai 3,69 juta perjalanan atau turun 3,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,84 juta perjalanan.

“Penurunan perjalanan ke luar negeri terjadi bersamaan dengan meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik destinasi dalam negeri tetap kuat dan semakin menjadi pilihan masyarakat Indonesia,” kata dia.

Jika dibandingkan dengan perjalanan masyarakat dalam negeri, Indonesia masih mencatatkan surplus kunjungan wisatawan. Pada Mei 2026, jumlah kunjungan wisman melampaui perjalanan masyarakat dengan surplus 0,83 juta kunjungan.

Secara kumulatif sepanjang Januari–Mei 2026, surplus mencapai 2,37 juta kunjungan.

“Kondisi ini mendukung pencapaian net devisa pariwisata yang positif bagi Indonesia,” kata Ni Luh Puspa.

Pemulihan sektor akomodasi juga semakin stabil, tercermin dari tingkat okupansi hotel bintang. Pada Mei 2026, tingkat okupansi hotel mencapai 50,76 persen atau meningkat 2,48 poin persentase dibandingkan Mei 2025 yang sebesar 48,28 persen.

Secara kumulatif pada Januari–Mei 2026, tingkat okupansi hotel bintang mencapai 46,99 persen, naik 2,14 poin persentase dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 44,85 persen.

“Okupansi hotel yang membaik menjadi sinyal positif bagi ekosistem pariwisata karena berhubungan langsung dengan pergerakan wisatawan, pendapatan pelaku usaha, penyerapan tenaga kerja, serta aktivitas ekonomi pendukung di destinasi,” tambah Ni Luh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.