Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemain Saat Muda Bagus, Tak Jaga Etos, Rontok Sebelum Senior

📅 Jumat, 10 Jul 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Pemain Saat Muda Bagus, Tak Jaga Etos, Rontok Sebelum Senior Doc: ANTARA/YUDI MANAR
Ket. Pelatih Sepak Bola U-19 Nova Arianto

Menjadi pemain tim nasional sebenarnya bukan hal yang mustahil. Yang sulit adalah mempertahankan diri di level itu.

NAMA Nova Arianto lekat dengan pembinaan dan prestasi tim Indonesia di kelompok umur. Terbaru dia berhasil membawa tim asuhannya, Indonesia U-19, merebut peringkat ketiga Piala AFF U 19 2026. Hasil terebut tidak membuat Nova Arianto cepat berpuas diri. Bagi pelatih berusia 46 tahun itu, hasil turnamen hanyalah satu bagian kecil dari proses panjang pembinaan pemain muda.

Nova justru lebih banyak berbicara mengenai pentingnya membangun karakter, disiplin, etos kerja, hingga pola hidup sehat. Menurutnya, Indonesia tidak pernah kekurangan talenta. Persoalan utama justru terletak pada konsistensi pemain dalam menjaga kualitas dirinya sehingga mampu menembus level senior. Untuk mengulik lebih jauh masalah ini, wartawan Koran Jakarta, Beny Mudesta, beberapa kali mewawancarai sang pelatih. Berikut petikannya.

Banyak yang menilai Indonesia memiliki pemain-pemain berbakat di usia muda. Apa tantangan terbesar dalam pembinaan pemain?

Saya selalu mengatakan bahwa Indonesia tidak pernah kekurangan talenta. Hampir setiap kelompok usia selalu muncul pemain-pemain yang memiliki kualitas bagus. Potensi mereka sangat besar.

Masalahnya bukan pada bakat. Yang menjadi persoalan adalah konsistensi. Banyak pemain yang disiplin saat awal, tetapi kemudian menurun. Ada juga yang etos kerjanya tidak terjaga. Padahal, kualitas itu tidak cukup hanya muncul sesaat. Mereka harus mampu mempertahankannya setiap hari.

Selama saya berada di pembinaan usia muda, persoalan yang selalu saya temui adalah indisiplin dan inkonsistensi. Itu yang terus kami ingatkan kepada para pemain.

20260709214156_nova-antarafoto-pemusatan-latihan-timnas-u16-19022024-mrh-8.jpg

ANTARA/M RISYAL HIDAYAT

Mengapa banyak pemain yang bersinar di level junior tetapi gagal berkembang ketika memasuki level senior?

Itu kenyataan yang sering kita lihat. Di usia muda mereka sangat menonjol, tetapi ketika masuk level senior kualitasnya seperti berhenti berkembang. Menurut saya, penyebab utamanya adalah mereka gagal menjaga konsistensi. Disiplin latihan mulai berkurang, etos kerja tidak lagi sama, fokusnya juga berubah. Akibatnya perkembangan mereka ikut berhenti. Karena itu saya selalu minta pemain menjaga disiplin dalam latihan, bekerja keras setiap hari, dan tetap fokus mengejar cita-citanya menjadi pesepak bola profesional.

Apa sebenarnya ukuran keberhasilan sebagai pelatih tim nasional kelompok umur?

Banyak orang mungkin menilai keberhasilan dari trofi atau prestasi. Bagi saya, itu memang penting, tetapi bukan tujuan terbesar. Goal terbesar saya adalah melihat pemain-pemain U-17 dan U-20 bisa menembus Timnas Indonesia senior. Kalau semakin banyak pemain yang berhasil promosi, berarti pembinaan yang kami lakukan berjalan dengan baik. Piala Asia, Piala Dunia, atau gelar juara adalah bagian dari proses. Yang paling penting adalah mereka bisa bertahan dan berkembang sampai level tertinggi.

Anda terlihat sangat senang ketika Mathew Baker mendapat kesempatan bergabung dengan tim senior.

Tentu saja. Saya sangat bangga karena memang itulah tujuan. Ketika ada pemain dari kelompok umur dipanggil ke tim senior, itu menjadi bukti bahwa jalur pembinaan berjalan. Saya berharap Mathew bisa berkembang lebih cepat dan menjadi pembuka jalan bagi pemain-pemain lain. Semakin banyak pemain muda mendapat kesempatan di tim senior, semakin baik pula masa depan sepak bola Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

Jeda Internasional Dimanfaatkan PSIM untuk Berbenah Diri

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Jeda Internasional Dimanfaa...

Formula 1 Pangkas Jarak Balapan Mulai 2027

28 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Formula 1 Pangkas Jarak Bal...

Antikorupsi Diedukasikan kepada para Aparatur Desa Bogor

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Antikorupsi Diedukasikan ke...

Mbappe Terus Tunjukkan Keyakinan Raih Ballon d'Or 2026

48 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Mbappe Terus Tunjukkan Keya...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.