Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemain Saat Muda Bagus, Tak Jaga Etos, Rontok Sebelum Senior

📅 Jumat, 10 Jul 2026, 00:00 WIB | Oleh:

Setelah Piala AFF U-19 berakhir dengan posisi ketiga, bagaimana evaluasi tim?

Saya tentu bersyukur bisa memenangkan pertandingan perebutan tempat ketiga. Tetapi kalau berbicara permainan, saya belum puas. Masih banyak peluang yang gagal dimanfaatkan. Dalam pertandingan melawan Kamboja pun sempat kesulitan mengembangkan permainan. Setelah unggul, justru lebih banyak ditekan. Namun, saya tetap mengapresiasi perjuangan para pemain. Mereka bekerja keras sampai pertandingan selesai dan itu menjadi modal yang baik.

Apa pelajaran terbesar yang didapat dari turnamen tersebut?

Banyak sekali bahan evaluasi. Yang pertama tentu kondisi fisik. Intensitas pertandingan internasional jauh lebih tinggi dibanding kompetisi yang biasa mereka jalani. Kemudian pemahaman taktik juga masih harus ditingkatkan. Saya ingin para pemain lebih cepat memahami situasi pertandingan dan mampu mengambil keputusan yang tepat. Semua evaluasi itu akan digunakan sebagai bekal menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-20.

 Bagaimana proses membangun tim usia muda?

Sangat berbeda dibanding melatih tim senior. Kalau tim senior, kita tinggal memantau kompetisi. Tetapi di kelompok umur, saya benar-benar mencari pemain dari awal. Saya melakukan seleksi secara bertahap di berbagai daerah. Prosesnya cukup panjang karena ingin melihat sebanyak mungkin pemain sebelum menentukan skuad terbaik. Jumlah pemain yang dipantau mencapai ratusan. Setelah melalui beberapa fase seleksi, akhirnya saya mendapatkan pemain-pemain yang sesuai dengan karakter dan filosofi permainan yang ingin dibangun.

Apa yang paling dicari ketika memilih pemain?

Kemampuan teknik tentu penting. Tetapi bukan itu satu-satunya ukuran. Saya lebih melihat karakter pemain. Apakah dia mau bekerja keras, mau belajar, disiplin, dan memiliki mental kuat. Di level internasional, kualitas teknik antarnegara sebenarnya tidak berbeda jauh. Yang membedakan adalah mentalitas. Pemain yang mampu tetap tenang di bawah tekanan, berani mengambil keputusan, dan tidak mudah menyerah biasanya akan berkembang lebih jauh dibanding pemain yang hanya mengandalkan bakat. Karena itulah saya memberi perhatian besar terhadap pembentukan karakter sejak usia muda.

Dari mana filosofi kepelatihan yang diterapkan kepada pemain muda berasal?

Banyak dipengaruhi pengalaman saya sebagai pemain dan didikan ayah. Menjelang pensiun sebagai pemain profesional, saya mulai berpikir apa yang bisa berikan untuk sepak bola Indonesia. Saya merasa jalan terbaik adalah menjadi pelatih dan membantu membentuk generasi berikutnya. Ayah mempunyai peran yang sangat besar. Beliau mendidik sejak kecil, bukan hanya soal sepak bola, tetapi juga tentang disiplin, kerja keras, kejujuran, dan tanggung jawab. Nilai-nilai itu yang saya pegang sampai sekarang dan coba tanamkan kepada seluruh pemain.

Seberapa penting karakter dibanding kemampuan teknik?

Sangat penting. Saya percaya pemain yang memiliki kemampuan teknik bagus belum tentu berhasil kalau tidak memiliki karakter yang kuat. Karakter itu terlihat dari kebiasaan sehari-hari, bagaimana dia datang tepat waktu, menghargai latihan, menjaga kondisi tubuh, hingga bersikap jujur kepada pelatih dan rekan setim. Kalau karakter sudah terbentuk, kemampuan teknik akan jauh lebih mudah berkembang.

Nova dikenal cukup tegas dalam menerapkan disiplin selama pemusatan latihan. Mengapa?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

Jeda Internasional Dimanfaatkan PSIM untuk Berbenah Diri

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Jeda Internasional Dimanfaa...

Formula 1 Pangkas Jarak Balapan Mulai 2027

27 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Formula 1 Pangkas Jarak Bal...

Antikorupsi Diedukasikan kepada para Aparatur Desa Bogor

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Antikorupsi Diedukasikan ke...

Mbappe Terus Tunjukkan Keyakinan Raih Ballon d'Or 2026

47 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Mbappe Terus Tunjukkan Keya...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.