Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Benteng Speelwijk, Jejak Monopoli VOC dan Jatuhnya Kesultanan Banten

📅 Jumat, 10 Jul 2026, 07:18 WIB | Oleh:
Benteng Speelwijk, Jejak Monopoli VOC dan Jatuhnya Kesultanan Banten Doc: Foto: Wikimedia Commons
Ket. Benteng Speelwijk merupakan bangunan peninggalan zaman Belanda yang termasuk ke dalam bangunan cagar budaya di Kota Serang, Provinsi Banten.

SEJAK kedatangan rombongan Cornelis de Houtman pada tanggal 27 Juni 1596, Banten menjadi salah satu tujuan utama bagi Belanda. Para penjelajah dan pedagang tersebut memastikan bahwa Banten merupakan tempat yang paling tepat untuk membeli rempah-rempah.

Saat Cornelis de Houtman melego jangkar, Banten telah menjadi kerajaan maritim yang sangat berpengaruh. Kesultanan Banten berdiri pada abad ke-16 setelah wilayah tersebut berhasil dikuasai oleh pasukan yang dipimpin oleh Sultan Maulana Hasanuddin, putra Sunan Gunung Jati.

Berkat letaknya yang strategis di tepi Selat Sunda, Banten berkembang menjadi pelabuhan internasional yang menghubungkan perdagangan antara Asia dan Eropa. Lada dari Lampung yang menjadi komoditas utama diperdagangkan melalui pelabuhan Banten dan menjadi incaran para pedagang asing.

Sebelum orang-orang Eropa datang, pelabuhan Banten telah menjadi pusat perdagangan bagi kapal-kapal dari Arab, Persia, India, Tiongkok, hingga Jepang. Namun orang-orang Eropa yang datang belakangan yaitu Portugis dan Belanda kemudian berkompetisi untuk memonopoli perdagangan.

Serangkaian pelayaran dagang Belanda pun menyusul, yang pada akhirnya mengarah pada pengusiran Portugis dan pembentukan monopoli Belanda atas perdagangan rempah-rempah di Hindia Timur dengan nama Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) didirikan pada tanggal 20 Maret 1602.

Perlawanan Sultan

Namun, upaya VOC untuk memonopoli rempah-rempah ditentang keras oleh Sultan Ageng Tirtayasa (1651–1683). Pada masa pemerintahannya, Kesultanan Banten mencapai puncak kejayaannya. Banten berhasil membangun hubungan dagang dengan berbagai negara tanpa bergantung pada perusahaan Belanda itu.

Sultan Ageng bahkan memperkuat armada laut, membangun sistem irigasi, mengembangkan pertanian, dan menjadikan Banten sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar di Nusantara. Keberhasilan tersebut membuat VOC khawatir karena Banten menjadi pesaing kuat bagi Batavia, yang saat itu mulai dikembangkan sebagai pusat perdagangan Belanda di Asia.

Konflik Internal yang Dimanfaatkan VOC

Sayangnya, roda berputar. Kesultanan Banten kemudian mengalami kemunduran akibat konflik politik di dalam keluarga kerajaan. Perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dan putranya, Sultan Haji, dimanfaatkan oleh VOC untuk memperluas pengaruhnya.

Sultan Haji meminta bantuan VOC agar dapat menguasai takhta Kesultanan Banten. Sebagai imbalannya, perusahaan itu memperoleh berbagai hak istimewa, termasuk monopoli perdagangan dan hak membangun basis pertahanan di wilayah Banten.

Dengan dukungan pasukan VOC, Sultan Ageng akhirnya berhasil dikalahkan pada tahun 1683 dan ditangkap. Peristiwa ini menjadi titik balik yang menandai runtuhnya kedaulatan Kesultanan Banten sekaligus semakin kuatnya pengaruh Belanda di kawasan tersebut.

Lahirnya Benteng

Setelah berhasil menguasai situasi politik Banten, VOC mendirikan bangunan pertahanan yang dinamakan Benteng Speelwijk. Pembangunan benteng ini dilaksanakan dalam tiga fase utama antara tahun 1681 hingga 1731, dengan periode konstruksi awal terjadi pada 1681–1684.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.