Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Benteng Speelwijk, Jejak Monopoli VOC dan Jatuhnya Kesultanan Banten

📅 Jumat, 10 Jul 2026, 07:18 WIB | Oleh:

Nama benteng ini diambil dari nama Cornelis Janszoon Speelman, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang memerintah pada masa awal pembangunannya dan merupakan tokoh kunci dalam operasi militer Belanda di Banten. Bangunan ini berfungsi sebagai pusat pertahanan, pengawasan terhadap jalur perdagangan, sekaligus pengontrol akses menuju Pelabuhan Banten.

Lokasinya dipilih sangat strategis, yaitu di Kampung Pamarican, Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten (Kawasan Banten Lama). Berada tidak jauh dari pelabuhan dan pusat pemerintahan Kesultanan Banten, benteng ini memudahkan VOC mengawasi aktivitas perdagangan maupun pergerakan militer lokal.

Pada masa kejayaannya, Benteng Speelwijk merupakan kompleks militer yang sangat lengkap dan modern pada zamannya. Di dalamnya terdapat barak tentara, gudang penyimpanan rempah-rempah, gudang senjata, ruang administrasi, penjara, dapur umum, hingga rumah perwira.

Benteng ini juga memiliki bastion (titik pertahanan) di beberapa sudut yang digunakan sebagai tempat meriam untuk menghalau serangan dari laut maupun darat. Tembok pertahanannya dibuat sangat tebal dengan parit dan kanal yang mengelilingi sebagian area benteng. Tidak jauh dari benteng, dibangun pula kawasan permukiman orang Eropa yang dilengkapi dengan gereja, rumah sakit, gudang logistik, hingga kompleks pemakaman kuno (kerkhof).

Menelusuri Jejak Sejarah

Kini, Benteng Speelwijk telah menjadi salah satu destinasi wisata sejarah paling penting di Provinsi Banten. Reruntuhan benteng ini bukan sekadar bangunan tua dari batu bata merah berlapis batu kapur, melainkan saksi bisu perubahan besar yang pernah mengubah arah sejarah Nusantara.

Walaupun sebagian besar bangunan telah runtuh dimakan usia, pengunjung masih dapat melihat bentuk asli benteng melalui sisa-sisa tembok yang mencapai ketebalan beberapa meter. Batu-batu nisan dengan ukiran bahasa Belanda kuno di sekitar benteng juga menjadi bukti otentik keberadaan komunitas Eropa di masa lalu.

Menariknya, karena berada di kawasan Banten Lama, wisatawan dapat menikmati perjalanan lintas zaman hanya dalam satu kawasan. Dalam radius beberapa kilometer, pengunjung bisa sekaligus mendatangi: Masjid Agung Banten (abad ke-16) dengan menara khas mirip mercusuar.

Selain masjid terdapat Keraton Surosowan, bekas pusat pemerintahan Kesultanan Banten. Setelah itu bisa ke Keraton Kaibon, bekas istana keluarga sultan. Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama. Vihara Avalokitesvara, salah satu vihara tertua di Indonesia.

Kawasan Banten Lama memperlihatkan bagaimana Banten dahulu merupakan kota kosmopolitan yang dinamis, tempat para pedagang dari Tiongkok, Gujarat, Arab, Persia, hingga Eropa pernah hidup berdampingan.

Selain nilai sejarahnya yang kental, Benteng Speelwijk menjadi lokasi favorit bagi para pecinta fotografi. Tekstur bata merah yang mulai ditumbuhi lumut, lengkungan dinding yang eksotis, serta pendar cahaya matahari pagi atau sore hari menciptakan suasana klasik yang sangat dramatis. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Syukuran, PTPN I Teguhkan K...

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Nekat Lompat ke Laut

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Nekat Lompat ke Laut

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.