Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Serapan Gabah Melonjak, Bapanas Klaim Cadangan Beras Kian Kuat

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Serapan Gabah Melonjak, Bapanas Klaim Cadangan Beras Kian Kuat Doc: ANTARA/ Desi Purnama Sari.
Ket. Ilustrasi-Petani melakukan panen padi di Baros, Kabupaten Serang, Banten.

JAKARTA – Penyerapan gabah petani yang optimal menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga di tingkat produsen sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.

Kebijakan ini tidak hanya memberikan kepastian pasar dan meningkatkan pendapatan petani saat musim panen, tetapi juga membantu mengendalikan fluktuasi harga beras di tingkat konsumen.

Efektivitas penyerapan gabah akan sangat ditentukan oleh kapasitas penyimpanan, kelancaran distribusi, serta sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga penyerap agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut penyerapan gabah petani setara beras mencapai 3,3 juta ton pada semester pertama 2026 untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan menjaga stabilitas pangan nasional.

"Realisasi penyerapan setara beras dari produksi dalam negeri yang dilaksanakan selama semester pertama ini telah mencapai sebanyak 3,3 juta ton," kata Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangan di Jakarta, Rabu (8/7).

Penyerapan gabah tersebut dilakukan melalui Perum Bulog sebagai pelaksana penugasan pemerintah untuk menjaga harga gabah di tingkat petani tetap stabil sekaligus memastikan ketersediaan CBP dalam kondisi aman menghadapi kebutuhan nasional.

Indonesia selama periode Januari sampai Juni 2026 mencatatkan proyeksi produksi beras dalam negeri yang melampaui kebutuhan konsumsi beras nasional.

Meski begitu, surplus tersebut tetap diantisipasi pemerintah dengan memastikan harga di tingkat petani tidak anjlok terlalu dalam.

Mentan memastikan pemerintah memberikan jaring pengaman harga gabah bagi petani berupa kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) minimal di Rp6.500 per kilogram (kg) yang terus dijalankan melalui Perum Bulog.

"Harga gabah kita jaga. HPP gabah yang ditetapkan pemerintah yang membuat petani bahagia, itu Rp6.500 per kilo," ujar Amran.

Bapanas mencatat triwulan pertama, total produksi beras Januari-Maret mencapai 9,63 juta ton. Sementara kebutuhan konsumsi untuk periode yang sama ada di 7,76 juta ton.

Artinya, terdapat surplus sebanyak 1,86 juta ton, sedangkan total penyerapan setara beras oleh Bulog pada triwulan pertama di angka 1,46 juta ton, sehingga masih menyisakan 400,8 ribu ton yang dapat diserap swasta untuk tambahan stok.

Triwulan kedua, total produksi beras diperkirakan dapat mencapai 9,64 juta ton. Hal itu masih melebihi kebutuhan konsumsi beras April-Juni yang diperkirakan mencapai 7,72 juta ton. Surplus produksi terhadap konsumsi mencapai 1,92 juta ton dan Bulog telah menyerap setara beras hingga 1,83 juta ton dari April sampai Juni.

Secara keseluruhan, total produksi beras selama Januari-Juni diperkirakan dapat mencapai 19,27 juta ton. Kebutuhan konsumsi beras Januari-Juni 15,48 juta ton. Surplus produksi terhadap konsumsi Januari-Juni pun berada di angka 3,79 juta ton.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Tiga Santri Diduga Dibakar Senior di Lombok Tengah, Satu Meninggal Dunia. Belum Ada Tersangka

Tiga Santri Diduga Dibakar Senior di Lombok Tengah, Satu Meninggal Dunia. Belum Ada Tersangka

08 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.