Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Limbah Kulit Pisang Jadi Es Krim dan Pupuk, Antar Sekolah di Perbatasan Ini Raih Juara Nasional

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 18:50 WIB | Oleh:
Limbah Kulit Pisang Jadi Es Krim dan Pupuk, Antar Sekolah di Perbatasan Ini Raih Juara Nasional Doc: AIA
Ket. SMP IL Kapten Fatubaa di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, berhasil meraih juara pertama kategori SMP dalam ajang AIA Healthiest Schools 2026 berkat Huka Upcycling Project yang mengolah limbah kulit pisang menjadi es krim, kompos, dan pupuk cair bernilai ekonomi serta bermanfaat bagi masyarakat perbatasan Indonesia-Timor Leste.

JAKARTA — SMP IL Kapten Fatubaa di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, berhasil meraih juara pertama kategori Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam ajang AIA Healthiest Schools 2026 berkat inovasi mengolah limbah kulit pisang menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Berlokasi di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste, sekolah tersebut dinilai mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.

Melalui program bertajuk Huka Upcycling Project (HUP), para siswa mengubah limbah kulit pisang yang sebelumnya menjadi sumber sampah di lingkungan sekolah menjadi berbagai produk seperti es krim, pupuk kompos organik, dan pupuk organik cair.

Program tersebut menggabungkan pembelajaran sains, kewirausahaan, serta kepedulian terhadap lingkungan sehingga tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Head of Corporate Communication AIA, Lia Merdekawaty, mengatakan setiap sekolah memiliki potensi menjadi agen perubahan melalui berbagai inovasi yang berdampak langsung bagi komunitas di sekitarnya.

"AIA percaya setiap sekolah memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan bagi komunitasnya. Melalui AIA Healthiest Schools, kami ingin terus mendukung lahirnya inovasi yang tidak hanya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan peserta didik, tetapi juga menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas," ujar Lia dalam keterangan tertulis pada hari Kamis (25/6).

Belajar Ekonomi Sirkular dari Limbah

Huka Upcycling Project berawal dari persoalan sederhana, yakni banyaknya limbah kulit pisang yang dihasilkan di lingkungan sekolah. Alih-alih dibuang, limbah tersebut dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk yang memiliki nilai jual.

Selain menjadi media pembelajaran mengenai pengelolaan lingkungan, program ini juga mengenalkan konsep ekonomi sirkular kepada para siswa dengan mengajarkan bagaimana limbah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat.

Perwakilan guru SMP IL Kapten Fatubaa, Antonius Kapitan, mengatakan proyek tersebut bertujuan membentuk pola pikir peserta didik agar mampu melihat peluang dari setiap tantangan yang mereka hadapi.

"Limbah kulit pisang tidak hanya kami daur ulang menjadi berbagai produk bernilai ekonomis, tetapi juga menjadi bentuk harapan serta cara pandang baru kami bahwa setiap tantangan dapat menjadi peluang untuk belajar dan berinovasi," katanya.

Menurut Antonius, keterbatasan fasilitas sebagai sekolah yang berada di wilayah perbatasan tidak menghalangi para siswa untuk terus berkreasi dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat.

Memberi Manfaat hingga Lintas Negara

Dampak Huka Upcycling Project tidak hanya dirasakan oleh warga sekolah. Program tersebut telah menjangkau lebih dari seribu penerima manfaat yang terdiri atas siswa, orang tua, petani lokal, hingga komunitas di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Manfaat program bahkan dirasakan oleh pelajar di Timor Leste melalui berbagai kegiatan kolaboratif yang mendorong kepedulian terhadap kesehatan dan pelestarian lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

10 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

15 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...
Luar Negeri
Trump Isyaratkan Negosiasi ...
Megapolitan
Selama Agustus, DKP Tangera...

Pekan Pertama Agustus, Harga Bensin Turun

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Pekan Pertama Agustus, Harg...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.