Pemprov Babel Memperkuat Stok Jaga Cegah Harga Beras Naik
📅 Rabu, 08 Jul 2026, 12:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menambah pasokan beras dari luar daerah, guna memperkuat stok untuk mencegah kenaikan harga komoditas tersebut yang akan memberatkan perekonomian masyarakat kurang mampu di daerah itu.
"Dalam minggu ini, kita menambah pasokan 24,1 ton beras dari Sumatera Selatan," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Babel, Subekti Saputra di Pangkalpinang, Rabu (08/7).
Ia mengatakan saat ini stok beras di 17 Gudang distributor beras di Kepulauan Bangka Belitung mencapai 4.137 ton dan dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung dan Belitung Timur.
"Dengan adanya penambahan pasokan beras 24,1 ton ini, maka total stok beras dalam minggu ini mencapai 4.161,1 ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah ini," katanya.
Ia menyatakan ketersediaan beras yang mencukupi ini tentunya berdampak langsung terhadap harga beras eceran yang masih stabil dan permintaan masyarakat selama liburan sekolah ini juga normal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan, harga beras eceran di sejumlah pasar tradisional dan moderen di Kota Pangkalpinang seperti beras merek cap sendok (medium) masih bertahan Rp14.400 per kilogram, beras merek RM (premium) bertahan Rp15.700 per kilogram, beras SPHP Bulog bertahan Rp12.600 per kilogram.
"Alhamdulillah, hingga saat ini stok dan harga beras masih aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.
Menurut dia dalam memenuhi kebutuhan beras masyarakat, Pemerintah Daerah di Kepulauan Babel masih mengandalkan pasokan beras dari luar daerah, karena produksi beras petani lokal masih kurang memadai.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saat ini produksi beras petani lokal masih sekitar 85 persen mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga kita masih membutuhkan pasokan beras untuk menjaga stabilitas harga komoditas ini," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!