Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diburu FBI Ditangkap di Thailand, Seorang WNI Diduga Tipu Warga AS hingga 10 Juta Dollar

📅 Senin, 27 Apr 2026, 10:48 WIB | Oleh:
Diburu FBI Ditangkap di Thailand, Seorang WNI Diduga Tipu Warga AS hingga 10 Juta Dollar Doc: Facebook/Asian Speech
Ket. Polisi Thailand menangkap seorang warga negara Indonesia (WNI) yang diduga menipu warga Amerika sekitar US$10 juta,

BANGKOK - Polisi Thailand menangkap seorang warga negara Indonesia (WNI) yang diduga menipu warga Amerika sekitar US$10 juta, kata pihak berwenang Thailand, Minggu (26/4). Mereka akan mengekstradisinya ke Amerika Serikat.

Pria Indonesia berusia 33 tahun ditangkap pada hari Jumat (24/4) di sebuah resor mewah di kota pesisir Phuket setelah mendapat informasi dari Biro Investigasi Federal AS (FBI), kata Suriya Poungsombat dari kepolisian imigrasi nasional kepada AFP.

Menurut Suriya, FBI telah memberi tahu pihak berwenang Thailand bahwa tersangka meninggalkan Dubai dan melakukan perjalanan ke negara Asia Tenggara pada hari Rabu.

Setelah ditangkap, pria itu dikirim ke pusat penahanan imigrasi di Bangkok dan sedang menunggu ekstradisi ke Amerika Serikat, katanya.

"FBI mengatakan dia dicari karena melakukan penipuan terhadap warga Amerika senilai sekitar US$10 juta," tambahnya.

FBI tidak segera menanggapi permintaan komentar dari AFP pada hari Minggu.

Seorang petugas polisi imigrasi Thailand lainnya mengatakan kepada media lokal bahwa tersangka diduga menyewa model untuk memikat target ke dalam skema investasi palsu melalui panggilan video, aplikasi kencan, dan media sosial, dan dia mengelola penipuan tersebut dari Uni Emirat Arab.

Asia Tenggara telah menjadi pusat operasi penipuan siber dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok kriminal terorganisir menggunakan kasino, hotel, dan kompleks yang dilindungi di wilayah tersebut sebagai basis untuk melakukan penipuan online yang canggih.

Para pelaku penipuan siber telah menipu korban di seluruh dunia dengan nilai puluhan miliar dollar setiap tahunnya, seringkali melalui investasi mata uang kripto palsu dan hubungan romantis palsu.

Namun, para penipu dan kaki tangannya juga diyakini telah memperluas jangkauan aksi mereka ke luar wilayah tersebut.

Menurut laporan tahun 2025 dari Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan, pekerja asing di UEA telah "dipikat untuk melakukan pekerjaan penipuan di Asia Tenggara", yang menunjukkan "Dubai menjadi pusat global untuk perekrutan dan perdagangan manusia yang terkait dengan industri penipuan berbasis dunia maya".

Laporan tersebut mengatakan bahwa UEA "telah menjadi target sebagai basis bagi individu yang terlibat dalam pencucian dana yang diperoleh melalui aktivitas online ilegal, banyak di antaranya telah membeli properti di Dubai".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Super Jerman Jatuh ke...
Daerah
Program-program Unggulan Go...
Daerah
Mandi di Pantai Tuturuga Be...
Olahraga
Inter Milan Rekrut Curtis J...
Daerah
Pemprov Gorontalo Perkuat S...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Pemkot Buka Bandung Great Sale 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.