Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 10:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi

"Praktik dumping memicu price undercutting dan price suppression sehingga margin keuntungan menyusut, utilisasi produksi turun, serta kemampuan industri plastik untuk berinvestasi dan berekspansi ikut melemah," kata Yusuf.

Kondisi tersebut melengkapi keluhan pelaku industri yang sebelumnya mengungkapkan produk impor dengan harga dumping telah menggerus pangsa pasar domestik. Tekanan harga membuat ruang usaha semakin sempit ketika permintaan belum pulih dan biaya produksi terus meningkat.

"Tekanan impor murah sudah berdampak pada sistem kerja bergilir di sejumlah perusahaan. Jika berlanjut, penghentian produksi, PHK, hingga deindustrialisasi akibat ketergantungan impor sulit dihindari," ujarnya.

Pemerintah sebenarnya telah memiliki instrumen untuk mengatasi praktik perdagangan tidak adil melalui Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD). Namun kebijakan tersebut harus dirancang agar tidak menimbulkan tekanan baru bagi industri pengguna bahan baku.

"BMAD bukan untuk menutup impor, melainkan memulihkan persaingan yang adil. Namun penerapannya harus tetap menjaga keseimbangan antara perlindungan industri hulu dan keberlangsungan industri hilir," jelasnya.

Selain persoalan impor murah, industri plastik juga masih dibebani mahalnya harga gas industri yang menjadi salah satu komponen utama biaya produksi. Kondisi itu membuat daya saing industri semakin tertekan di tengah persaingan global.

"Anti-dumping saja tidak cukup. Pemerintah juga perlu menurunkan biaya energi, termasuk harga gas industri, serta memastikan kebijakan perlindungan industri tetap sesuai ketentuan WTO," pungkas Yusuf.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Marketing VALTEKINDO
Marketing VALTEKINDO
12 Sep 2026, 09:01 WIB.

Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di mana tekanan industri hulu plastik tidak hanya dipicu oleh dugaan praktik dumping bahan baku PE dan PP asal China, tetapi juga diperberat oleh beban struktural harga gas industri non-HGBT sebesar 13 dollar per MMBtu yang kian menipiskan margin produsen lokal untuk bertahan di tengah defisit pasokan nasional

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
KAI: Kunjungan Wisatawan La...
Nasional
Bapanas akan Mobilisasi Sto...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.