Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Layanan Pertanahana Lebih Banyak Berlarut-larut

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 12:05 WIB | Oleh:
Layanan Pertanahana Lebih Banyak Berlarut-larut Doc: ist
Ket. urusan tanah selalu berbelit-belit

JAKARTA -  Pemerintah diingatkan untuk memberi kepastian urusan pertahanan. Sebab selama ini rakyat selalu diperlakukan rumit dan berlarut-larut dalam setiap urusan pertanahan. Wakil Ketua Komisi II DPR Bahtra Banong minta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) menghadirkan kepastian waktu pelayanan urusan pertanahan bagi masyarakat.

Menurut dia, reformasi pelayanan pertanahan perlu dihadirkan melalui sistem yang lebih cepat, transparan, pasti, dan terjangkau bagi masyarakat. Namun, kualitas pelayanan PPAT sangat bergantung pada sistem dan regulasi yang dibangun oleh BPN.

"Mau cepat, aman, transparan, maupun soal biaya, pada akhirnya sangat ditentukan oleh sistem yang dibangun BPN," kata Bahtra di Jakarta, Rabu.

Dia menegaskan bahwa pembenahan tata kelola pelayanan pertanahan harus menjadi prioritas.

Komisi II DPR, kata dia, masih banyak menerima pengaduan masyarakat terkait ketidakpastian waktu penyelesaian, tarif, serta proses pelayanan pertanahan.

Untuk itu, dia meminta ATR/BPN menetapkan dan menyosialisasikan standar pelayanan yang memuat kepastian waktu penyelesaian setiap tahapan pengurusan, mulai dari penerimaan berkas, verifikasi, hingga penerbitan dokumen.

Dia juga meminta PPAT memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai alur, tahapan, dan estimasi waktu penyelesaian setiap layanan pertanahan sehingga masyarakat memperoleh kepastian sejak awal proses.

Menurut dia, transformasi pelayanan harus benar-benar diwujudkan, bukan sekadar menjadi komitmen di atas kertas. Terlebih lagi pada era digital saat ini, pelayanan publik harus semakin transparan, akuntabel, dan tidak boleh dipersulit.

"Mari bersama-sama mendukung upaya Presiden Prabowo menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan dipercaya masyarakat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Rona
Yura Yunita Rilis Lagu Terb...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.