Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Surabaya Mulai Terapkan Parkir Digital di Kawasan Wisata Tunjungan Romansa

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 10:46 WIB | Oleh:
Pemkot Surabaya Mulai Terapkan Parkir Digital di Kawasan Wisata Tunjungan Romansa Doc: Istimewa
Ket. Penerapan parkir digital kali ini dilakukan di kawasan Zona 1, yakni Jalan Tanjung Anom, Jalan Blauran, dan Jalan Genteng Besar.

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Dinas Perhubungan (UPT Dishub) Kota Surabaya melakukan sosialisasi penerapan parkir digital di lokasi Zona 1 pada Kamis (22/1/2026). Diterapkannya parkir digital ini, sebagai bentuk transparansi  dan meningkatkan pelayanan parkir yang lebih baik di Kota Surabaya. 

Kepala UPT Parkir Tepi Jalan Umum (TJU) Dishub Kota Surabaya, Jeane Mariane Taroreh mengatakan, sebelum parkir digital ini disosialisasikan, Dishub Kota Surabaya telah melakukan serangkaian kegiatan pembekalan bagi juru parkir (jukir). Diantaranya, melakukan validasi jukir, pendataan jukir, hingga mendaftarkan rekening Bank Jatim untuk para jukir di Kota Surabaya. 

“Kenapa harus membuatkan rekening sekaligus aktivasi kartu ATM-nya? Karena itu satu persyaratan untuk penerapan parkir digital melalui HP atau device jukir. Selain itu, HP para jukir juga kita bekali aplikasi dari Smart Parking Solution, jadi pendapatan parkir jukir bisa tersplit secara langsung dari perbankan, 60 persen ke pemkot dan 40 persennya untuk petugas parkir,” kata Jeane. 

Setelah validasi dan pendaftaran rekening bank untuk petugas parkir selesai, selanjutnya Dishub melakukan jemput bola kepada petugas parkir yang berada di lapangan. Dengan demikian, maka penerapan parkir digital di Kota Surabaya bisa segera direalisasikan pada Januari 2026. 

“Kami keliling menjemput bola petugas parkir di lokasi-lokasi parkir dari kemarin, untuk didaftarkan buku tabungan juga diaktivasi ATM-nya dan berlanjut ke penerapan parkir digital. Nantinya, pembayaran (untuk petugas parkir) akan masuk pada H+1 dan langsung masuk ke rekening masing-masing dan bisa dicek pendapatannya,” ujar Jeane. 

Jeane menjelaskan, penerapan parkir digital kali ini dilakukan di kawasan Zona 1, yakni Jalan Tanjung Anom, Jalan Blauran, dan Jalan Genteng Besar. Menurutnya, kawasan ini paling banyak diminati oleh pengguna jasa parkir, sebab di Zona 1 merupakan wilayah perdagangan dan wisata Tunjungan Romansa. 

“Kenapa kita utamakan di Zona 1? Karena permintaan dari masyarakat untuk diterapkan parkir digital sangat tinggi. Makanya kami pilih lokasi tersebut dan kita dahulukan sekaligus mendata petugas parkirnya,” jelasnya. 

Jeane berharap, diterapkannya parkir digital ini bisa mempermudah masyarakat dan bagian dari transparansi akuntabilitas Pemkot Surabaya. Selain itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk mendukung kebijakan parkir digital yang disediakan oleh Pemkot Surabaya. 

Jeane menerangkan, cara pembayaran parkir digital ini samgat mudah, pengguna jasa parkir cukup menggunakan kartu e-money atau e-tol dan juga QRIS. Setelah melakukan pembayaran, pengguna jasa parkir akan menerima struk dari petugas parkir sebagai bukti transaksinya. 

“Di alatnya nanti akan muncul langsung metode pembayarannya menggunakan e-tol atau QRIS, nantinya akan muncul kode rekening pemkot dan juga alamat lokasi parkir tersebut. Dengan alat yang sudah disediakan oleh UPT Parkir Dishub Surabaya ini tujuannya untuk satu, supaya transparan dan masyarakat lebih nyaman, lebih mudah,” harapnya.

Jeane menambahkan, penerapan parkir digital masih perlu adanya evaluasi dan terus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat ke depannya. “Apalagi generasi muda zaman sekarang kan jarang yang membawa dompet (uang cash) semua sudah dompet digital,” tambahnya. 

Di samping itu, salah satu petugas parkir di Jalan Tanjung Anom, Muhammad Afnan mengatakan, aplikasi yang diberikan cukup mudah dipahami. Selain itu banyak pengguna jasa parkir yang lebih memilih untuk melakukan transaksi pembayaran menggunakan metode digital. “Aplikasinya mudah dipahami, dan sudah banyak masyarakat yang menggunakan,” katanya. 

Di sisi lain, pengguna jasa parkir di Jalan Tanjung Anom, Intan mengaku dimudahkan dengan pembayaran parkir digital di Kota Surabaya. Menurutnya, pembayaran parkir digital justru menguntungkan para anak muda yang jarang membawa uang cash. 

“Jadi enak pakai QRIS, lebih praktis ya. Pertama kali nyoba, sebelumnya kan belum ada di Surabaya, dan lebih gampang pakai QRIS daripada pakai cash,” akunya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

13 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.