Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Gempa M5,5 di Selat Sunda, Banten, Tidak Berpotensi Tsunami

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 10:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Gempa M5,5 di Selat Sunda, Banten, Tidak Berpotensi Tsunami Doc: ANTARA
Ket. Tangkapan layar - Lokasi gempa bumi magnitudo 5.5 di Banten pada Rabu dini hari.

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 yang mengguncang wilayah Selat Sunda, beberapa kilometer dari Provinsi Banten, pada Rabu dini hari ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, di Jakarta, Rabu (08/7), mengatakan bahwa berdasarkan analisis parameter pembaruan gempa bumi itu akibat aktivitas subduksi lempeng.

"Gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault dengan kedalaman pusat gempa berada pada 43 kilometer. Hasil pemodelan tidak menunjukkan tidak berpotensi tsunami," kata dia.

Dia menjelaskan bahwa episenter gempa bumi tersebut terletak pada koordinat geografis 6,83° LS serta 105,04° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 62 kilometer arah barat daya Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Tim Direktorat Gempa Bumi BMKG mengonfirmasi berdasarkan estimasi peta guncangan dan laporan dari masyarakat, efek getaran akibat gempa ini dirasakan di wilayah Kecamatan Sumur - sejumlah wilayah lain di Pandeglang - Kabupaten Bogor Jawa Barat dengan skala intensitas IV-III MMI.

Adapun skala IV MMI mengindikasikan guncangan pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, beberapa orang di luar rumah, serta menyebabkan gerabah pecah, jendela atau pintu berderik, dan dinding berbunyi. Untuk skala intensitas III MMI, di mana getaran terasa seakan-akan ada truk besar yang sedang berlalu.

Tidak ada tanda-tanda aktivitas gempa bumi susulan yang terdeteksi dari sistem BMKG setidaknya hingga pukul 03.05 WIB.

BMKG mengimbau masyarakat secara luas untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh penyebaran isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Bagi masyarakat di wilayah sekitar gempa, dia mengingatkan untuk detil memeriksa kondisi rumah/tempat tinggal masing-masing, dan menghindari bangunan yang mengalami retak atau rusak diakibatkan oleh dampak guncangan gempa bumi tersebut demi menjaga keselamatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.