Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Manjakan Driver Lewat Fasilitas Cas Gawai, Intip Kenyamanan Shelter Grab Wisma Kosgoro

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 14:35 WIB | Oleh:
Manjakan Driver Lewat Fasilitas Cas Gawai, Intip Kenyamanan Shelter Grab Wisma Kosgoro Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Grab Indonesia dan manajemen Wisma Kosgoro resmi menghadirkan Shelter Grab Indonesia Thamrin–Bundaran HI di kawasan Wisma Kosgoro, Menteng, Jakarta Pusat. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung integrasi transportasi publik sekaligus mengurangi kemacetan.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Grab Indonesia dan manajemen Wisma Kosgoro resmi menghadirkan Shelter Grab Indonesia Thamrin–Bundaran HI di kawasan Wisma Kosgoro, Menteng, Jakarta Pusat. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung integrasi transportasi publik sekaligus mengurangi kemacetan yang selama ini dipicu aktivitas penjemputan dan pengantaran ojek daring di badan jalan.

Peresmian shelter dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada Selasa (7/7). Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan sistem transportasi yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun para pengemudi transportasi daring.

"Tujuan dihadirkannya shelter ini adalah untuk menertibkan aktivitas antarjemput sehingga lebih memudahkan masyarakat yang menggunakan Grab maupun layanan lainnya," ujar Pramono Anung.

Pramono menjelaskan, pembenahan transportasi di Jakarta tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur fisik semata. Pemerintah juga perlu memperkuat konektivitas antarmoda serta membangun kolaborasi dengan berbagai pelaku usaha transportasi untuk menciptakan sistem mobilitas yang lebih efisien.

Menurutnya, kawasan komersial Sudirman-Thamrin selama ini menjadi salah satu titik dengan aktivitas penjemputan ojek daring yang cukup tinggi. Kehadiran shelter diharapkan mampu mengurangi kebiasaan pengemudi menunggu penumpang di bahu jalan yang kerap menyebabkan perlambatan arus lalu lintas.

"Saya berharap shelter seperti ini tidak hanya ada di sini, tetapi juga di lokasi lain dan dapat dijaga serta dirawat dengan baik. Penataan transportasi di Jakarta tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur, tetapi juga membutuhkan konektivitas dan kerja sama dengan para pelaku usaha," lanjutnya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan pemerintah akan memperluas pembangunan shelter ojek daring di berbagai titik strategis di Jakarta. Saat ini, Dishub DKI Jakarta tengah melakukan pemetaan lokasi yang dinilai potensial dengan menggandeng asosiasi properti, pengelola gedung, serta pusat perbelanjaan.

"Untuk titik shelter akan kita perbanyak. Kami sudah berkomitmen dengan asosiasi properti, pelaku usaha, dan pengelola mal untuk menentukan lokasi yang akan dibangun shelter. Seluruh aplikator, yaitu Grab dan Gojek, juga siap membangun bersama," ungkap Budi.

Budi menambahkan, seluruh terminal bus yang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah diminta menyediakan fasilitas serupa. Selain Terminal Terpadu Pulo Gebang, Dishub DKI Jakarta juga akan berkolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia untuk menghadirkan shelter di kawasan stasiun, dengan Stasiun Palmerah menjadi salah satu lokasi prioritas berikutnya.

Dukungan terhadap integrasi transportasi publik juga disampaikan Grab Indonesia yang menilai keberadaan shelter menjadi bagian penting dalam memperkuat layanan first-mile dan last-mile. Dengan adanya titik penjemputan yang lebih tertata, pengguna transportasi umum diharapkan semakin mudah melanjutkan perjalanan menggunakan layanan transportasi daring.

"Melalui kolaborasi strategis dengan Pemprov DKI Jakarta dan PT MRT Jakarta, kami memperkuat peran Grab sebagai pengumpan (feeder) yang andal bagi transportasi umum. Kami berharap fasilitas ini tidak hanya mengurai kepadatan di sekitar hub transportasi MRT Bundaran HI, tetapi juga menciptakan ekosistem first-mile dan last-mile yang lebih teratur, nyaman, dan aman bagi mitra pengemudi maupun pengguna layanan kami," terang Director of Territory Jabo & ID Central Operations Grab Indonesia, Iki Sari Dewi.

Kehadiran shelter baru di kawasan Sudirman-Thamrin juga mendapat sambutan positif dari para mitra pengemudi ojek daring. Salah seorang pengemudi bernama Achilles mengaku kini tidak lagi harus menunggu penumpang di trotoar atau pinggir jalan sehingga aktivitas operasional menjadi lebih nyaman.

"Kalau di Jalan Thamrin-Sudirman memang baru ada sekarang. Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih karena sebelumnya menunggu di pinggir jalan. Sekarang ada shelter, ada tempat mengecas, dan bisa berkumpul serta berkomunikasi dengan sesama driver," katanya.

Achilles juga menilai keberadaan petugas di shelter membantu mempercepat proses penjemputan karena memudahkan pengemudi bertemu dengan penumpang. Kondisi tersebut dinilai membuat aktivitas naik turun penumpang menjadi lebih tertib sekaligus mengurangi potensi kemacetan di sekitar lokasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Kuba Gelap: Jaringan Listri...
Luar Negeri
BBM Mahal, Kendaraan Listri...
Luar Negeri
Mumbai Lumpuh Diterjang Ban...
Microsoft PHK 4.800 Karyawan di Seluruh Dunia

Microsoft PHK 4.800 Karyawan di Seluruh Dunia

07 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.