Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kotoran Sapi Jadi Energi, Warga Kaltim Makin Mandiri Berkat Inovasi Biogas

📅 Minggu, 05 Jul 2026, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kotoran Sapi Jadi Energi, Warga Kaltim Makin Mandiri Berkat Inovasi Biogas Doc: ANTARA/ Ahmad Rifandi
Ket. Salah seorang peternak di Samboja, Kukar, Kaltim, membawa kotoran sapi untuk dimasukkan ke dalam reaktor agar dikonversi menjadi biogas.

SAMARINDA – Biogas dari kotoran sapi kini semakin dilirik sebagai solusi sederhana yang membawa banyak manfaat.

Selain membantu mengolah limbah peternakan agar tidak mencemari lingkungan, biogas juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif untuk kebutuhan sehari-hari, seperti memasak.

Dengan cara ini, limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai justru berubah menjadi energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mampu menghemat pengeluaran masyarakat.

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengatakan pemanfaatan inovasi biogas kotoran sapi secara nyata mewujudkan kemandirian energi dan ekonomi bagi masyarakat peternak pada sejumlah daerah di Kaltim.

"Program konversi limbah ternak ini terbukti memotong ketergantungan warga terhadap bahan bakar fosil sekaligus menekan biaya pengeluaran rumah tangga," kata Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto di Samarinda, Minggu (5/7).

Keberhasilan ini terlihat pada Kelompok Ternak Tirto Sari di Samboja yang mengolah sisa pencernaan makanan sapi menjadi kobaran api biru untuk kebutuhan memasak harian.

Sedikitnya 570 unit reaktor biogas skala rumah tangga telah terbangun dan tersebar di desa-desa pada tujuh kabupaten di Kalimantan Timur sejak periode tahun 2011, termasuk Kutai Kartanegara, Kutai Timur hingga Paser.

"Dari tinjauan kami di Kutai Kartanegara dan Paser, masyarakat peternak sapi hanya membutuhkan satu tabung LPG cadangan, karena mayoritas kebutuhan dapur sudah tercukupi dari kotoran sapi di kandang sendiri," ujar Bambang.

Selain itu, lanjutnya, pada proses penguraian kotoran sapi di dalam reaktor turut menghasilkan produk sampingan bernilai ekonomi berupa pupuk organik cair dan padat bagi perkebunan warga.

Menurut Bambang, para peternak yang kreatif kini mulai meraih pendapatan tambahan berkisar Rp300.000 hingga Rp500.000 per bulan dari penjualan hasil pupuk tersebut.

"Kami melihat ada juga potensi pengembangan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) di sekitar lokasi kandang, seperti usaha pengolahan makanan, yang proses produksinya bisa menggunakan energi bersih ini," tuturnya.

Ia mengatakan, pemerintah provinsi pada tahun lalu juga meningkatkan intervensi melalui penyaluran sebelas unit reaktor biogas skala besar berkapasitas 17 meter kubik.

Reaktor besar tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur tetapi juga mampu membangkitkan listrik guna keperluan penerangan lingkungan komunal di pedesaan.

"Dukungan teknologi ini bertujuan menciptakan ekosistem ekonomi sirkular terintegrasi, sehingga limbah peternakan tidak lagi menjadi masalah lingkungan melainkan menjadi aset kesejahteraan," tegas Bambang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ayooo Minum Jamu Agar Hidup Lebih Sehat

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Ayooo Minum Jamu Agar Hidup...

Dieng Culture Festival 2026 Digelar Agustus

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Dieng Culture Festival 2026...
Tayang 8 Juli di Bioskop Indonesia, Film "Moana" versi Live-Action Dibintangi Dwayne "The Rock" Johnson

Tayang 8 Juli di Bioskop Indonesia, Film "Moana" versi Live-Action Dibintangi Dwayne "The Rock" Johnson

05 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.