Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penggunaan AI oleh Anak 3 Kali Lipat Dewasa, UNICEF Desak Regulasi

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 20:33 WIB | Oleh:
Penggunaan AI oleh Anak 3 Kali Lipat Dewasa, UNICEF Desak Regulasi Doc: Getty Images

ONTARIO - Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) pada Selasa (30/6) mengatakan bahwa anak-anak menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan kecepatan melebihi tiga kali lipat daripada orang dewasa.

"AI sudah ada. Ini adalah bagian yang terus berkembang dalam kehidupan kita semua. Dan itu sudah membentuk lingkungan kanak-kanak di seluruh dunia -- baik untuk kebaikan maupun keburukan," kata UNICEF mengutip data terbaru dari 10 negara dalam sebuah pernyataan menjelang Dialog Global pertama tentang Tata Kelola AI.

Badan tersebut memperkirakan bahwa setidaknya 20 juta anak telah memanfaatkan AI, dengan lebih dari dua juta lagi, atau satu dari 10 anak mengatakan mereka beralih ke AI untuk meminta nasihat mengenai sejumlah hal yang menjadi pertanyaan mereka.

Diperkirakan 13 juta anak mengatakan mereka menggunakan kecerdasan buatan untuk mendukung pembelajaran dan pekerjaan rumah mereka.

"Anak-anak lebih banyak terpapar sistem AI - termasuk bagaimana sistem tersebut dirancang, model bisnis yang mendasarinya, dan bagaimana data mereka sendiri digunakan - namun memiliki kekuatan yang jauh lebih sedikit untuk menghindari atau menentangnya," demikian pernyataan itu.

UNICEF menambahkan bahwa anak-anak "merasakan dampak tata kelola yang lemah terlebih dahulu dan akan hidup dengan dampak yang paling lama".

UNICEF menyatakan bahwa sepertiga anak-anak di 10 negara yang disurvei melaporkan kekhawatiran tentang penggunaan AI untuk menipu dan memperdaya orang lain atau menyebarkan informasi yang salah, sementara seperempatnya takut gambar atau video mereka dimanipulasi menjadi deepfake yang eksplisit secara seksual.

"Terlalu banyak sistem yang menjangkau anak-anak tanpa pengamanan - keselamatan, tampaknya, menjadi pertimbangan sekunder," kata lembaga tersebut.

UNICEF menyerukan kepada seluruh pemerintah, sektor swasta, dan mitra untuk menanamkan hak-hak anak dalam tata kelola AI global.

Hal itu termasuk berinvestasi dalam penelitian tentang risiko AI terhadap anak-anak, memperkuat undang-undang menentang eksploitasi seksual yang didukung AI, memastikan desain AI yang aman dan transparan, membangun literasi AI, dan menutup kesenjangan digital.

"Ini adalah momen yang menentukan. Pilihan yang dibuat tentang AI sekarang akan membentuk keselamatan, privasi, kesejahteraan anak-anak, dan akses setara mereka terhadap peluang selama beberapa dekade mendatang," tegas UNICEF. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Tok! Singapura Resmi Naikka...
Nasional
BPJS Kesehatan Menanti Perp...
Luar Negeri
Hungaria Pasang Badan Lindu...

BMKG: Suhu Udara Indonesia Masih Normal

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG: Suhu Udara Indonesia ...

Menteri UMKM: Ojol Resmi Jadi UMKM

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Menteri UMKM: Ojol Resmi Ja...
Pemkot Bandung Siapkan 220 Titik Pengolahan Sampah demi Capai Targetkan Pengurangan Sampah hingga 250 Ton per Hari

Pemkot Bandung Siapkan 220 Titik Pengolahan Sampah demi Capai Targetkan Pengurangan Sampah hingga 250 Ton per Hari

01 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.