Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peluang Melemah Terbuka, 1 Juli 2026

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 08:20 WIB | Oleh:
Peluang Melemah Terbuka, 1 Juli 2026 Doc: istimewa

JAKARTA – Rupiah berpotensi kembali melanjutkan pelemahannya dalam perdagangan tengah pekan ini se­iring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari global, dina­mika geopolitik di Timur Tengah serta data ketenagakerja­an Amerika Serikat (AS) akan menjadi penentu ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed dan pergerakan dollar AS. 

Sementara dari dalam negeri, rilis data inflasi dan nera­ca perdagangan akan menjadi indikator penting untuk mengukur ketahanan fundamental ekonomi Indonesia. Se­lama sentimen positif belum mendominasi, nilai tukar ru­piah diperkirakan tetap bergerak volatil di tengah tingginya tekanan eksternal.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pa­sar uang antarbank, Rabu (1/7), bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran 17.900-17.950 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Selasa (30/6) sore, melemah 56 poin atau 0,31 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.907 rupiah per dollar AS. “Pelemahan rupiah disebab­kan ketidakpastian pembicaraan perdamaian antara Iran dengan AS,” ujar Ibrahim.

Ibrahim menambahkan ketidakpastian mengenai apakah kedua pihak akan bertemu menyoroti kerapuhan kesepa­katan 17 Juni untuk menghentikan pertempuran yang telah mengganggu aliran minyak global melalui Selat Hormuz.

Pasar tengah mengamati hasil potensi pembicaraan AS-Iran di Qatar di tengah serangan rudal akhir pekan dari ke­dua belah pihak, sehingga gencatan senjata tak berlanjut. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan takkan ada pertemuan negosiasi di tingkat manapun dengan pihak Amerika dalam beberapa hari mendatang.

Sentimen lain berasal dari keyakinan yang semakin be­sar bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga setidaknya sekali tahun ini. Hal ini terjadi setelah bank sen­tral menunjukkan sikap hawkish selama pertemuan Juni seiring beberapa pembuat kebijakan terlihat menyerukan kenaikan suku bunga.

Perhatian sekarang beralih ke laporan pasar tenaga kerja AS bulan Juni, dengan rilis Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis pada Kamis (2/7). “Para analis memperkira­kan ekonomi AS akan menambah 114 ribu lapangan kerja, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap tidak berubah di 4,3 persen, data yang dapat mempengaruhi eks­pektasi terhadap jalur kebijakan The Fed.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.