Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kejagung: Restitusi Korban Kekerasan Seksual Belum Maksimal

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 05:35 WIB | Oleh:
Kejagung: Restitusi Korban Kekerasan Seksual Belum Maksimal Doc: antara foto
Ket. Pelaksana Tugas Harian (Plh) Wakil Jaksa Agung Asep Nana Mulyana

JAKARTA - Pelaksana Tugas Harian (Plh) Wakil Jaksa Agung Asep Nana Mulyana menyatakan restitusi (ganti rugi) untuk korban kekerasan seksual belum maksimal memenuhi kebutuhan yang sebenarnya di lapangan.

Menurutnya, restitusi diberikan hendaknya dapat memulihkan korban dan trauma yang dialaminya.

"Ini yang kami catat sesuatu yang mungkin perlu didiskusikan kaitan dengan restitusi ini. Karena kami Kejaksaan tentunya perhitunganya atau pengajuan pada pengadilan, pada hakim berdasarkan catatan-catatan dari teman-teman sekalian (LPSK)," kata Asep di Jakarta, Selasa (30/6).

Dalam forum diskusi terbatas lintas sektor terkait pengawasan dan implementasi UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dalam sistem peradilan pidana yang digelar Komisi Yudisial, Asep memaparkan beberapa kasus kekerasan seksual yang korbannya mendapatkan restitusi.

Salah satunya kasus oknum guru agama Heri Setiawan yang melakukan ruda paksa terhadap para santrinya, hingga ada yang melahirkan anaknya.

Dia menyebut LPSK mengajukan restitusi sebesar Rp1,2 juta per korban yang menurutnya tidak cukup untuk memulihkan kondisi korban dan traumanya. Terlebih korban ada yang melahirkan anak dari terdakwa.

"Saya bilang satu juta sekian itu cukup untuk makan bakso satu kali sudah habis. Padahal, yang bersangkutan tidak hanya kerugian bagi korban tapi juga anak korban, karena ada yang melahirkan," ungkapnya.

Asep yang juga menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum (Jampidum) menilai restitusi yang ada di lapangan saat ini belum berdampak pada korban.

Menurut dia, perlu ada upaya ekstra dari aparat terkait dalam mengajukan restitusi tersebut. Dia mencontohkan pengalamannya saat menjadi kepala kejaksaan tinggi meminta nilai restitusi yang diajukan LPSK ditambahkan lagi baik dari pihak ketiga.

"Waktu itu saya minta pemerintah provinsi ikut hadir, Kementerian PPPA juga, untuk memikirkan bagaimana kelangsungan hidup korban yang anak-anak," ujarnya.

Di sisi lain, Asep menyebut sejak UU TPKS diundangkan empat tahun lalu, jumlah perkara TPKS yang ditangani kejaksaan meningkat setiap tahunnya, begitupun restitusi.

Kejaksaan mencatat di tahun 2025 nilai restitusi sebesar Rp7,57 miliar meningkat dari tahun 2001-2024.

"Meskipun ini meningkat, tapi menurut hemat kami juga belum menunjukkan sesuatu yang maksimal," terangnya.

Dia menyebut daerah yang paling tinggi nilai restitusinya berasal dari Jawa Tengah yakni sebesar Rp2,1 miliar dari 34 perkara TPKS yang ditangani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp89.500/...

Indonesia Tertinggal 0-2 dari Tiongkok

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Tertinggal 0-2 da...

Atlet Angkat Besi Saatnya Unjuk Kekuatan di Asian Games

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Atlet Angkat Besi Saatnya U...
Advertisement
Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.