Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Keuangan RI Dalam Tekanan Berat

📅 Senin, 11 Mei 2026, 06:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pasar Keuangan RI Dalam Tekanan Berat Doc: ANTARA/RAHMAD
Ket. Petani memasang jaring penghalau hama burung pipit (Estrildidae) pada tanaman padi di persawahan Desa Blang Crum, Lhokseumawe, Aceh, Minggu (10/5). Petani setempat terpaksa mengeluarkan biaya tambahan sebesar 1-2 juta rupiah per petak sawah untuk memasang jaring agar tanaman padi terlindungi dari serangan hama burung pipit saat menjelang musim panen.

Guncangan Ekonomi - IHSG hingga 8 Mei 2026 terkoreksi Hampir 20 Persen dari Akhir Tahun Lalu

Stabilitas nilai tukar rupiah menjadi syarat utama untuk memulihkan kepercayaan dan menarik kembali aliran investasi asing ke pasar saham Indonesia di tengah tingginya volatilitas pasar.

JAKARTA – Pele­mahan rupiah yang di­sertai anjloknya Indeks Harga Saham Gabung­an (IHSG) menunjuk­kan tekanan berat yang tengah dihadapi pasar keuangan domestik. Kondisi ini dipicu membu­ruknya persepsi investor ter­hadap kebijakan fiskal peme­rintah yang dianggap kurang prudent.

Di sisi lain, meningkatnya permintaan dollar AS di dalam negeri menunjukkan turunnya kepercayaan terhadap rupiah, bahkan mendorong masyara­kat mengalihkan simpanan ke mata uang asing. Karenanya, pemerintah perlu segera me­mulihkan kepercayaan inves­tor melalui kebijakan fiskal yang disiplin, transparan, dan kredibel.

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menilai anjloknya IHSG belakangan ini tak lepas dari persepsi ne­gatif investor terhadap kebi­jakan fiskal yang dinilai tidak prudent. “Persepsi ini bukan datang hanya dari ekonom, namun juga dari perusahaan pemeringkat (rating). Jadi hal tersebut dilihat faktor negatif oleh investor, terutama inves­tor luar,” ujarnya kepada Koran Jakarta, Minggu (10/5).

Nailul menjelaskan, investor asing cende­rung lebih percaya pada penilaian lembaga inter­nasional ketimbang data dari lembaga pemerin­tah seperti Badan Pusat Statistik (BPS). Alhasil, mes­kipun pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen, nilai tukar rupiah tetap melemah. “Karena inves­tor tidak percaya data tersebut. Investor yang tidak percaya, akhirnya membuat capital out­flow,” kata dia.

Dari dalam negeri, lanjut­nya, permintaan terhadap dol­lar AS meningkat tajam. Dia menyebut masyarakat mulai memindahkan tabungannya ke denominasi dollar AS karena rupiah dinilai sudah terpuruk.

“Masyarakat sudah mulai memindahkan tabungannya ke USD karena IDR sudah ter­kapar parah. Maka dari itu, BI mengeluarkan aturan restriksi pemindahan valas. Jadi me­mang sudah parah kondisi ru­piah kita,” tegasnya.

Dijelaskan Nailul, kombi­nasi capital outflow (aliran mo­dal asing keluar) dan tingginya permintaan valas domestik membuat rupiah dan IHSG ter­tekan bersamaan. Karenanya, pemerintah perlu mengembalikan kepercayaan pasar le­wat kebijakan fiskal yang disi­plin dan transparan. 

Faktor Kunci

Seperti diketahui, sepanjang 2026, kurs rupiah terhadap dol­lar AS hingga Jumat, 8 Mei me­lemah 562 poin atau sekitar 3,35 persen dari akhir tahun 2025 menjadi 17.333 rupiah per dollar AS. Bahkan, rupiah terus berada dalam tekanan hingga melampaui asumsi ma­kro APBN 2026 di level 16.500 rupiah per dollar AS.

Di sisi lain, IHSG sepanjang 2026 hingga penutupan perda­gangan pada Jumat, 8 Mei, ter­koreksi 1.677,54 poin atau seki­tar 19,40 persen dari akhir tahun 2025. IHSG Bursa Efek Indo­nesia (BEI), pada perdagangan Jumat (8/5), ditutup melemah 204,9 poin atau 2,86 persen ke level 6.969,40, sedangkan pada penutupan akhir tahun 2025, in­deks di level 8.646,94.

Sebelumnya, Head of Re­search and Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indone­sia, Rully Arya Wisnubroto me­ngatakan stabilitas nilai tukar rupiah menjadi faktor kunci untuk menarik kembali minat investor asing ke pasar saham Indonesia.

“Selama volatilitas rupiah masih tinggi, investor global cenderung akan tetap ber­hati-hati dalam meningkatkan eksposur terhadap aset berde­nominasi rupiah. Stabilisasi nilai tukar akan menjadi pra­syarat penting untuk melihat pembalikan aliran dana asing yang lebih berkelanjutan,” ujar Rully sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, beberapa waktu lalu. 2026

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mau Meliput Krakatau, 5 Wartawan “Hilang” Sudah Ditemukan, Mampir di Pulau yang Susah Sinyal
    Syukurlah ....
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
Ekonomi
Panen raya bawang merah di ...

Semburan asap di Pasar Baru

3 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Semburan asap di Pasar Baru
Megapolitan
Antisipasi dampak abu vulka...
Advertisement
Tentara Jepang Tiba di Pontianak, Boyong 3 Heli Raksasa Chinook Bantu Padamkan Karhutla

Tentara Jepang Tiba di Pontianak, Boyong 3 Heli Raksasa Chinook Bantu Padamkan Karhutla

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.