Redam Krisis Energi: Malaysia Lakukan Langkah Berani Demi Stok Pangan Aman
📅 Kamis, 21 Mei 2026, 23:28 WIB | Oleh: Deri HenriawanKUALA LUMPUR - Malaysia akan terus menangani krisis pasokan global yang sedang berlangsung berdasarkan empat prioritas utama, termasuk menjamin kecukupan pasokan pangan, energi, obat-obatan, dan barang-barang kebutuhan pokok, kata Menteri Perekonomian Malaysia Akmal Nasrullah Mohd Nasir seiring pemerintah negara itu berupaya melindungi rumah tangga dan bisnis dari meningkatnya ketidakpastian global.
Dalam taklimat terbaru setelah rapat Dewan Aksi Ekonomi Negara Malaysia, Akmal mengatakan prioritas pemerintah juga mencakup memperluas dan mengoptimalkan pasokan yang ada melalui pengelolaan subsidi, pengendalian kebocoran, serta langkah penegakan yang lebih ketat.
Pemerintah Malaysia juga akan fokus dalam mengendalikan kenaikan harga agar lonjakan biaya tidak sepenuhnya dibebankan kepada konsumen, sembari menjajaki berbagai peluang baru di bidang biodiesel, bahan bakar berkelanjutan, dan sumber energi alternatif, ujarnya.
"Dampak krisis pasokan global diperkirakan akan semakin terasa pada kuartal ketiga tahun ini, terutama terhadap stabilitas harga, biaya operasional industri, dan pasar tenaga kerja," kata Akmal.
Dia menambahkan bahwa realitas meningkatnya biaya hidup, tekanan operasional industri, dan ketidakpastian global mengharuskan pemerintah negara itu untuk tetap waspada dan bertindak cepat.
Dia juga mengatakan pemerintah Malaysia akan terus menerapkan langkah-langkah dukungan tertarget, termasuk bantuan bahan bakar dan fasilitas pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah, guna meredam dampak terhadap kelompok rentan dan pelaku usaha. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!