Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengapa Planet GJ 504b Berwarna Merah Muda?

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 07:18 WIB | Oleh:

Bagi para astronom, warna bukan sekadar persoalan estetika. Warna adalah petunjuk. Setiap rona yang dipancarkan sebuah planet menyimpan informasi mengenai suhu, komposisi atmosfer, keberadaan awan, hingga unsur-unsur kimia yang mengelilinginya. Karena itulah warna merah muda GJ 504b memunculkan begitu banyak pertanyaan.

Selama lebih dari sepuluh tahun, berbagai model atmosfer dikembangkan untuk mencari jawabannya. Ada yang menduga metana menjadi penyebab utama. Sebagian ilmuwan memperkirakan debu halus atau awan logam turut memainkan peran. 

Namun, seluruh hipotesis itu belum mampu menjelaskan karakter cahaya planet tersebut secara menyeluruh. Jawaban baru datang ketika teleskop canggih James Webb mulai mengarahkan “matanya” ke planet tersebut.

Mata Baru Manusia

Sejak mulai beroperasi pada 2022, James Webb menjadi salah satu instrumen ilmiah paling revolusioner dalam sejarah astronomi. Jika teleskop seperti Hubble membuka jendela menuju alam semesta melalui cahaya tampak, James Webb melangkah lebih jauh dengan mengamati cahaya inframerah. 

Panjang gelombang dari cahaya itu memungkinkan para astronom melihat objek yang sebelumnya tersembunyi oleh debu kosmik sekaligus mempelajari komposisi atmosfer planet yang sangat jauh. Alih-alih hanya memotret, James Webb dapat membaca “sidik jari” kimia yang dibawa cahaya.

Setiap molekul menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu. Dengan mempelajari pola penyerapan tersebut melalui teknik spektroskopi, ilmuwan dapat mengetahui unsur-unsur penyusun atmosfer tanpa harus mendatangi planet itu secara langsung. Teknologi inilah yang akhirnya membuka tabir GJ 504b.

Data James Webb menunjukkan adanya kristal garam yang membentuk lapisan awan tipis pada atmosfer atas. Kristal-kristal itu menghamburkan cahaya dengan pola tertentu sehingga menghasilkan rona merah muda yang selama ini terlihat dari Bumi. Sebuah misteri yang bertahan lebih dari satu dekade akhirnya menemukan penjelasan.

Menyimpan Panas ­Kelahiran

Selain warnanya yang unik, GJ 504b juga menarik karena usianya yang masih sangat muda. Para astronom memperkirakan planet ini baru berumur sekitar 160 juta tahun. Jika dibandingkan dengan Tata Surya yang telah berusia sekitar 4,6 miliar tahun, GJ 504b bisa diibaratkan sebagai “remaja” dalam skala kosmik. 

Karena masih muda, planet ini belum sepenuhnya melepaskan panas yang tersisa dari proses pembentukannya. Energi tersebut membuat atmosfernya tetap sangat panas sehingga berbagai mineral dapat menguap sebelum akhirnya mengembun kembali menjadi partikel-partikel padat yang membentuk awan.

Di Bumi, proses seperti itu terjadi pada air. Di GJ 504b, proses serupa melibatkan garam dan berbagai mineral lainnya. Perbedaan inilah yang menunjukkan bahwa cuaca di alam semesta dapat memiliki bentuk yang sangat beragam.

Penemuan Penting

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Suara Anak Indonesia Amanat...
Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

23 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.