Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemensos Kawal Usulan Gelar Pahlawan Sutan Takdir Alisjahbana

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 16:50 WIB | Oleh:
Kemensos Kawal Usulan Gelar Pahlawan Sutan Takdir Alisjahbana Doc: antara foto
Ket. Tokoh pemikir kebudayaan dan sastrawan atau non-militer Sutan Takdir Alisjahbana (STA).

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) bakal mengawal proses pengusulan gelar pahlawan nasional bagi tokoh pemikir kebudayaan dan sastrawan atau non-militer Sutan Takdir Alisjahbana (STA).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bahwa usulan dari Universitas Nasional (UNAS) tersebut saat ini sedang dalam pemrosesan dan akan diteruskan ke instansi terkait untuk dikaji lebih lanjut.

"Ini kan lagi diproses, banyak tokoh yang hadir. Ya nanti akan diteruskan prosesnya. Kami akan mengawal sampai nanti ke Dewan Gelar Kementerian Kebudayaan yang dipimpin oleh Pak Fadli Zon," kata dia usai seminar nasional Usulan Gelar Pahlawan STA di Aula Kampus Universitas Nasional, Jakarta, Selasa (30/6).

Mensos mengaku belum bisa memaparkan data secara terperinci karena pihak kementerian belum menggelar rapat pleno khusus terkait jumlah total usulan gelar kepahlawanan yang masuk ke kementerian pada tahun ini.

Kendati demikian, dia memastikan bahwa nama Sutan Takdir Alisjahbana telah masuk menjadi salah satu prioritas usulan tokoh yang siap diproses mekanismenya oleh jajaran Kementerian Sosial.

Kemensos menyambut baik usulan ini karena menjadi ruang untuk memberikan penghormatan kepada tokoh bangsa yang selama ini mungkin belum menjadi perhatian bersama.

Dalam hal ini, dia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memang membuka kesempatan luas bagi masyarakat untuk mengusulkan gelar pahlawan bagi figur-figur inspiratif yang berjuang di belakang panggung publik.

"Esensi kepahlawanan STA sangat besar karena meski tidak ikut bertempur secara fisik di medan perang, almarhum berjasa besar dalam merintis dunia pendidikan serta mendorong standardisasi Bahasa Indonesia modern," kata Saifullah.

Saifullah merupakan alumnus UNAS angkatan 1985. Dia secara pribadi mengenang relevansi pemikiran STA saat menjabat sebagai rektor UNAS yang selalu menanamkan iklim kebebasan berpendapat dan berekspresi secara demokratis kepada para mahasiswanya.

Berkat kepemimpinan STA pada masa itu kampus tersebut tumbuh menjadi salah satu pusat diskusi yang subur bagi pergerakan para aktivis mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

"Saya berharap mudah-mudahan melalui proses yang ada, Sutan Takdir Alisjahbana bisa menjadi salah satu pahlawan nasional yang ditetapkan oleh Bapak Presiden Prabowo," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pemkot Bandung Matangkan Model Bisnis Angkot Pintar

39 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Matangkan Mo...
Polisi Selidiki Kasus Mobil Putri Indonesia Pariwisata Dilempar Batu

Polisi Selidiki Kasus Mobil Putri Indonesia Pariwisata Dilempar Batu

30 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.